Jumat, 24 Maret 2017

TANTE MAYA YANG MASIH TERASA SEPERTI PERAWAN KETIKA KUENTOT

Domino 99 BandarQ Domino QQ Poker Online Teraman dan Terpercaya
Pada suatu siang sekitar jam 12-an aku berada di sebuah toko buku di Gatot Subroto untuk membeli majalah edisi khusus, yang katanya sih edisi terbatas. Hari itu aku mengenakan kaos t-shirt putih dan celana katun abu-abu

Sebenarnya potongan badanku sih biasa saja, tinggi 170 cm berat 63 kg, badan cukup tegap, rambut cepak Wajahku biasa saja, bahkan cenderung terkesan sangar Agak kotak, hidung biasa, tidak mancung dan tidak pesek, mataku agak kecil selalu menatap dengan tajam, alisku tebal dan jidatku cukup pas deh Jadi tidak ada yang istimewa denganku

Saat itu keadaan di toko buku tersebut tidak ramai, meskipun saat itu adalah jam makan siang, hanya ada sekitar 7-8 orang Aku segera mendatangi rak bagian majalah Nah, ketika aku hendak mengambil majalah tersebut ada tangan yang juga hendak mengambil majalah tersebut Kami sempat saling merebut sesaat (sepersekian detik) dan kemudian saling melepaskan pegangan pada majalah tersebut hingga majalah tersebut jatuh ke lantai

“Maaf ” kataku sambil memungut majalah tersebut dan memberikannya kepada orang tersebut yang ternyata adalah seorang wanita yang berumur sekitar 37 tahun (dan ternyata tebakanku salah, yang benar 36 tahun), berwajah bulat, bermata tajam (bahkan agak berani), tingginya sama denganku (memakai sepatu hak tinggi), dan dadanya cukup membusung

“Busyet! montok juga nih ibu-ibu”, pikirku

“Nggak pa-pa kok, nyari majalah X juga yah saya sudah mencari ke mana-mana tapi nggak dapet”, katanya sambil tersenyum manis

“Yah, edisi ini katanya sih terbatas Tante ”
“Kamu suka juga fotografi yah?”
“Nggak kok, cuma buat koleksi aja kok ”

Lalu kami berbicara banyak tentang fotografi sampai akhirnya,

“Mah, Mamah. Ira sudah dapet komiknya, beli dua ya Mah”, potong seorang gadis cilik masih berseragam SD

“Sudah dapet Ra. oh ya maaf ya Dik, Tante duluan”, katanya sambil menggandeng anaknya

Ya sudah, nggak dapat majalah ya nggak pa-pa, aku lihat-lihat buku terbitan yang baru saja

Sekitar setengah jam kemudian ada yang menegurku

“Hi, asyik amat baca bukunya”, tegur suara wanita yang halus dan ternyata yang menegurku adalah wanita yang tadi pergi bersama anaknya Rupanaya dia balik lagi, nggak bawa anaknya

“Ada yang kelupaan Tante?”
“Oh tidak ”
“Putrinya mana, Tante?
“Les piano di daerah Tebet”
“Nggak dianter?”
“Oh, supir yang nganter ”

Kemudian kami terlibat pembicaraan tentang fotografi, cukup lama kami berbicara sampai kaki ini pegal dan mulut pun jadi haus Akhirnya Tante yang bernama Maya tersebut mengajakku makan fast food di lantai bawah

Aku duduk di dekat jendela dan Tante Maya duduk di sampingku Harum parfum dan tubuhnnya membuatku konak Dan aku merasa, semakin lama dia semakin mendekatkan badannya padaku, aku juga merasakan tubuhnya sangat hangat

Busyet dah, lengan kananku selalu bergesekan dengan lengan kirinya, tidak keras dan kasar tapi sehalus mungkin Kemudian, kutempelkan paha kananku pada paha kirinya, terus kunaik-turunkan tumitku sehingga pahaku menggesek-gesek dengan perlahan paha kirinya Terlihat dia beberapa kali menelan ludah dan menggaruk-garukkan tangannya ke rambutnya Wah dia udah kena nih, pikirku Akhirnya dia mengajakku pergi meninggalkan restoran tersebut

“Ke mana?” tanyaku
“Terserah kamu saja”, balasnya mesra

“Kamu tahu nggak tempat yang privat yang enak buat ngobrol”, kataku memberanikan diri, terus terang aja nih, maksudku sih motel

“Aku tahu tempat yang privat dan enak buat ngobrol”, katanya sambil tersenyum

Kami menggunakan taksi, dan di dalam taksi itu kami hanya berdiam diri lalu kuberanikan untuk meremas-remas jemarinya dan dia pun membalasnya dengan cukup hot Sambil meremas-remas kutaruh tanganku di atas pahanya, dan kugesek-gesekkan Hawa tubuh kami meningkat dengan tajam, aku tidak tahu apakah karena AC di taksi itu sangat buruk apa nafsu kami sudah sangat tinggi

Kami tiba di sebuah motel di kawasan kota dan langsung memesan kamar standart Kami masuk lift diantar oleh seorang room boy, dan di dalam lift tersebut aku memilih berdiri di belakang Tante Maya yang berdiri sejajar dengan sang room boy Kugesek-gesekan dengan perlahan burungku ke pantat Tante Maya, Tante Maya pun memberi respon dengan menggoyang-goyangkan pantatnya berlawanan arah dengan gesekanku

Ketika room boy meninggalkan kami di kamar, langsung kepeluk Tante Maya dari belakang, kuremas-remas dadanya yang membusung dan kucium tengkuknya “Mmhhh kamu nakal sekali deh dari tadi hhm, aku sudah tidak tahan nih”, sambil dengan cepat dia membuka bajunya dan dilanjutkan dengan membuka roknya Ketika tangannya mencari reitsleting roknya, masih sempat-sempatnya tangannya meremas batanganku

Dia segera membalikkan tubuhnya, payudaranya yang berada di balik BH-nya telah membusung “Buka dong bajumu”, pintanya dengan penuh kemesraan Dengan cepat kutarik kaosku ke atas, dan celanaku ke bawah Dia sempat terbelalak ketika melihat batang kemaluanku yang sudah keluar dari CD-ku

Kepala batangku cuma 1/2 cm dari pusar Aku sih tidak mau ambil pusing, segera kucium bibirnya yang tipis dan kulumat, segera terjadi pertempuran lidah yang cukup dahsyat sampai nafasku ngos-ngosan dibuatnya

Sambil berciuman, kutarik kedua cup BH-nya ke atas (ini adalah cara paling gampang membuka BH, tidak perlu mencari kaitannya) Dan bleggh , payudaranya sangat besar dan bulat, dengan puting yang kecil warnanya coklat dan terlihat urat-uratnya kebiruan Tangan kananku segera memilin puting sebelah kiri dan tangan kiriku sibuk menurunkan CD-nya

Ketika CD-nya sudah mendekati lutut segera kuaktifkan jempol kaki kananku untuk menurunkan CD yang menggantung dekat lututnya, dan bibirku terus turun melalui lehernya yang cukup jenjang Nafas Tante Maya semakin mendengus-dengus dan kedua tangannya meremas-remas buah pantatku dan kadang-kadang memencetnya

Akhirnya mulutku sampai juga ke buah semangkanya Gila, besar sekali ampun deh, kurasa BH-nya diimpor secara khusus kali Kudorong tubuhnya secara perlahan hingga kami akhirnya saling menindih di atas kasur yang cukup empuk Segera kunikmati payudaranya dengan menggunakan tangan dan lidahku bergantian antara kiri dan kanan

Setelah cukup puas, aku segera menurunkan ciumanku semakin ke bawah, ketika ciumanku mencapai bagian iga, Tante Maya menggeliat-geliat, saya tidak tahu apakah ini karena efek ciumanku atau kedua tanganku yang memilin-milin putingnya yang sudah keras Dan semakin ke bawah terlihat bulu kemaluannya yang tercukur rapi, dan wangi khas wanita yang sangat merangsang membuatku bergegas menuju liang senggamanya dan segera kujilat bagian atasnya beberapa kali

Kulihat Tante Maya segera menghentak-hentakkan pinggulnya ketika aku memainkan klitorisnya Dan sekarang terlihat dengan jelas klitorisnya yang kecil Dengan rakus kujilat dengan keras dan cepat Tante Maya bergoyang (maju mundur) dengan cepat, jadi sasaran jilatanku nggak begitu tepat, segera kutekan pinggulnya Kujilat lagi dengan cepat dan tepat, Tante Maya ingin menggerak-gerakkan pinggulnya tapi tertahan Tenaga pinggulnya luar biasa kuatnya

Aku berusaha menahan dengan sekuat tenaga dan erangan Tante Maya yang tadinya sayup-sayup sekarang menjadi keras dan liar Dan kuhisap-hisap klitorisnya, dan aku merasa ada yang masuk ke dalam mulutku, segera kujepit diantara gigi atasku dan bibir bawahku dan segera kugerak-gerakkan bibir bawahku ke kiri dan ke kanan sambil menarik ke atas

Tante Maya menjerit-jerit keras dan tubuhnya melenting tinggi, aku sudah tidak kuasa untuk menahan pinggulnya yang bergerak melenting ke atas Terasa liang kewanitaannya sangat basah oleh cairan kenikmatannya Dan dengan segera kupersiapkan batanganku, kuarahkan ke liang senggamanya dan, “Slebbb…” tidak masuk, hanya ujung batanganku saja yang menempel dan Tante Maya merintih kesakitan

“Pelan-pelan Ndi”, pintanya lemah

“Ya deh Tante”, dan kuulangi lagi, tidak masuk juga Busyet nih cewek, sudah punya anak tapi masih kayak perawan begini Segera kukorek cairan di dalam liang kewanitaannya untuk melumuri kepala kemaluanku, lalu perlahan-lahan tapi pasti kudorong lagi senjataku

“Aarrghh pelan Ndi ” Busyet padahal baru kepalanya saja, sudah susah masuknya Kutarik perlahan, dan kumasukan perlahan juga

Pada hitungan ketiga, kutancap agak keras “Arrhhghh…” Tante Maya menjerit, terlihat air matanya meleleh di sisi matanya

“Kenapa Tante, mau udahan dulu?” bisikku padda Tante Maya setelah melihatnya kesakitan
“Jangan Ndi, terus aja”, balasnya manja

Kemudian kumainkan maju mundur dan pada hitungan ketiga kutancap dengan keras Yah, bibir kemaluannya ikut masuk ke dalam Wah sakit juga, habis sampai bulu kemaluannya ikut masuk, bayangkan aja, bulu kemaluan kan kasar, terus menempel di batanganku dan dijepit oleh bibir kewanitaan Tante Maya yang ketat sekali

Dengan usaha tiga hitungan tersebut, akhirnya mentok juga batanganku di dalam liang senggama Tante Maya Terus terang saja, usahaku ini sangat menguras tenaga, hal ini bisa dilihat dari keringatku yang mengalir sangat deras

Setelah Tante Maya tenang, segera senjataku kugerakkan maju mundur dengan perlahan dan Tante Maya mulai menikmatinya Mulai ikut bergoyang dan suaranya mulai ikut mengalun bersama genjotanku Akhirnya liang kewanitaan Tante Maya mulai terasa licin dan rasa sakit yang diakibatkan oleh kasar dan lebatnya bulu kemaluannya sedikit berkurang dan bagiku ini adalah sangat nikmat

Baru sekitar 12 menitan menggenjot, tiba-tiba dia memelukku dengan kencang dan, “Auuwwww… ”, jeritannya sangat keras, dan beberapa detik kemudian dia melepaskan pelukannya dan terbaring lemas

“Istirahat dulu Tante”, tanyaku

“Ya Ndi aku ingin istirahat, abis capek banget sich Tulang-tulang Tante terasa mau lepas Ndi”, bisiknya dengan nada manja

“Oke deh Tante, kita lanjutkan nanti aja ”, balasku tak kalah mesranya
“Ndi, kamu sering ya ginian sama wanita lain ”, pancing Tante Maya
“Ah nggak kok Tante, baru kali ini”, jawabku berbohong

“Tapi dari caramu tadi terlihat profesional Ndi, Kamu hebat Ndi.. Sungguh perkasa”, puji Tante Maya

“Tante juga hebat, lubang surga Tante sempit banget sich , padahal kan Tante udah punya anak”, balasku balik memuji

“Ah kamu bisa aja, kalau itu sich rahasia dapur”, balasnya manja

Kamipun tertawa berdua sambil berpelukan

Tak terasa karena lelah, kami berdua tertidur pulas sambil berpelukan dan kami kaget saat terbangun, rupanya kami tertidur selama tiga jam Kami pun melanjutkan permainan yang tertunda tadi Kali ini permainan lebih buas dan liar, kami bercinta dengan bermacam-macam posisi

Dan yang lebih menggembirakan lagi, pada permainan tahap kedua ini kami tidak menemui kesulitan yang berarti, karena selain kami sudah sama-sama berpengalaman, ternyata liang senggama Tante Maya tidak sesempit yang pertama tadi, mungkin karena sudah ditembus oleh senjataku yang luar biasa ini sehingga kini lancarlah senjataku memasuki liang sorganya

Tapi permainan ini tidak berlangsung lama karena Tante Maya harus cepat-cepat pulang menemui anaknya yang sudah pulang dari les piano.



Kamis, 23 Maret 2017

NAFSU SEKS NYONYA MAJIKAN YANG TAK PERNAH TERPUASKAN

Domino 99 BandarQ Domino QQ Poker Online Teraman dan Terpercaya
Tujuanku datang ke Jakarta sebenarnya untuk merubah nasib Tapi siapa yang menyangka kalau ternyata kehidupan di kota besar, justru lebih keras dan pada di desa Aku sempat terlunta-lunta, tanpa ada seorangpun yang mau peduli Selembar ijazah SMP yang kubawa dari desa, ternyata tidak ada artinya sama sekali di kota ini

Jangankan hanya ijazah SMP, lulusan sarjana saja masih banyak yang menganggur Dari pada jadi gelandangan, aku bekerja apa saja asalkan bisa mendapat uang untuk menyambung hidup Sedangkan untuk kembali ke kampung, rasanya malu sekali karena gagal menaklukan kota metropolitan yang selalu menjadi tumpuan orang2 kampung sepertiku

Seperti hari-hari biasanya, siang itu udara di Jakarta terasa begitu panas sekali Seharian ini aku kembali mencoba untuk mencari pekerjaan. Tapi seperti yang selalu terjadi Tidak ada satupun yang melirik apa lagi memperhatikan lamaran dan ijazahku Keputusasaan mulai menghinggapi diriku Entah sudah berapa kilometer aku berjalan kaki Sementara pakaianku sudah basah oleh keringat

Dan wajahku juga terasa tebal oleh debu Aku berteduh di bawah pobon, sambil menghilangkan pegal-pegal di kaki Setiap hari aku berjalan Tidurpun di mana saja Sementara bekal yang kubawa dari kampung semakin menipis saja

Tiga atau empat hari lagi, aku pasti sudah tidak sanggup lagi bertahan Karena bekal yang kubawa juga tinggal untuk makan beberapa hari lagi Itupun hanya sekali saja dalam sehari Di bawah kerindangan pepohonan, aku memperhatikan mobil-mobil yang berlalu lalang

Juga orang2 yang yang selalu sibuk dengan urusannya masing-masing Tidak ada seorangpun yang peduli antara satu dengan lainnya Tiba-tiba pandangan mataku tertuju kepada seorang wanita yang tampak kesal karena mobilnya mogok

Dia ingin meminta bantuan, Tapi orang-orang yang berlalu lalang dan melewatinya tidak ada yang peduli Entah kenapa aku jadi merasa kasihan Padahal aku sendiri perlu dikasihani Aku bangkit berdiri dan melangkah menghampiri

“Mobilnya mogok, Nyonya ?”, tegurku dengan sikap ramah

“Eh, iya Nggak tahu ya kenapa, tiba-tiba saja mogok”, sahutnya sambil memandangiku penuh Curiga

“Boleh saya lihat ” ujarku meminta ijin

“silakan kalau bisa ” Waktu di kampung aku sering bantu-bantu paman yang buka bengkel motor Terkadang ada juga mobil yang minta diperbaiki Tapi namanya di kampung, jarang orang yang punya motor Apa lagi mobil Makanya usaha paman tidak pernah bisa maju Hanya cukup untuk makan sehari-hari saja

Seperti seorang ahli mesin saja, aku coba melihat-lihat dan memeriksa segala kemungkinan yang membuat mesin mobil ini tidak mau hidup Dan entah mendapat pertolongan dari mana, aku menemukan juga penyakitnya Setelah aku perbaiki, mobil itu akhirnya bisa hidup kembali

Tentu saja wanita pemilik mobil ini jadi senang Padahal semula dia sudah putus asa Dia membuka tasnya dan mengeluarkan uang lembaran dua puluh ribu Langsung disodorkan padaku Tapi aku tersenyum dan menggelengkan kepala

“Kenapa? Kurang ?”, tanyanya
“Tidak, Nyonya Terima kasih”, ucapku menolak halus
“Kalau kurang, nanti saya tambah”, katanya lagi

“Terima kasih Nyonya Saya cuma menolong saja Saya tidak mengharapkan imbalan”, kataku tetap menolak

Padahal uang itu nilainya besar sekali bagiku Tapi aku malah menolaknya Wanita yang kuperkirakan berusia sekitar tiga puluh delapan tahun itu memandangiku dengan kening berkerut Seakan dia tidak percaya kalau di kota yang super sibuk dengan orang-orangnya yang selalu mementingkan diri sendiri, tanpa peduli dengan lingkungan sekitarnya, ternyata masih ada juga orang yang dengan tanpa pamrih mau menolong dan membantu sesamanya

“Maaf, kelihatannya kamu dan kampung ?” ujarnya bernada bertanya ingin memastikan
“Iya, Nyonya Baru seminggu saya datang dari kampung”, sahutku polos
“Terus, tujuannya mau kemana?” tanyanya lagi
“Cari kerja”, sahutku tetap polos

“Punya ijazah apa?” “Cuma SMP ” “Wah, sulit kalau cuma SMP Sarjana saja banyak yang jadi pengangguran kok Tapi kalau kamu benar-benar mau kerja, kamu bisa kerja dirumahku”, katanya langsung menawarkan

“Kerja apa, Nyonya ?” tanyaku langsung semangat

“Apa saja Kebetulan aku perlu pembantu laki-laki Tapi aku perlu yang bisa setir mobil Kamu bisa setir mobil apa Kalau memang bisa, kebetulan sekali”, sahutnya

Sesaat aku jadi tertegun Sungguh aku tidak menyangka sama sekali Ternyata ijasah yang kubawa dan kampung hanya bisa dipakai untuk jadi pembantu Tapi aku memang membutuhkan pekerjaan saat ini Daripada jadi gelandangan, tanpa berpikir panjang lagi, aku langsung menerima pekerjaan yang ditawarkan wanita itu saat itu juga, detik itu juga aku ikut bersama wanita ini ke rumahnya Ternyata rumahnya besar dan megah sekali Bagian dalamnyapun terisi segala macam perabotan yang serba mewah dan lux

Aku sampai terkagum-kagum, seakan memasuki sebuah istana Aku merasa seolah-olah sedang bermimpi Aku diberi sebuah kamar, lengkap dengan tempat tidur, lemari pakaian dan meja serta satu kursi Letaknya bersebelahan dengan dapur

Ada empat kamar yang berjajar Dan semuanya sudah terisi oleh pembantu yang bekerja di rumah ini Bahkan tiga orang pembantu wanita, menempati satu kamar Aku hitung, semua yang bekerja di rumah ini ada tujuh orang Kalau ditambah denganku, berarti ada delapan orang

Tapi memang pantas mengurus rumah sebesar ini, tidak mungkin bisa dikerjakan oleh satu orang Apalagi setelah beberapa hari aku bekerja di rumah ini aku sudah bisa mengetahui kalau majikanku, Nyonya Wulandari selalu sibuk dan jarang berada di rumah Juga suaminya yang lebih sering berada di luar kota atau ke luar negeri

Sedangkan kedua anaknya sekarang ini sekolah di luar negeri Aku jadi heran sendiri Entah bagaimana cara mereka mencari uang, hingga bisa kaya raya seperti ini Tapi memang nasib, rejeki, maut dan jodoh berada di tangan Tuhan Begitu juga yang terjadi denganku

Dari jadi pembantu yang tugasnya membersihkan rumah dan merawat tanaman, aku diangkat jadi sopir pribadi Nyonya majikan Bukan hanya jadi sopir, tapi juga sekaligus jadi pengawalnya Kemana saja Nyonya Majikan pergi, aku selalu berada di sampingnya Karena aku harus selalu mendampinginya, tentu saja Nyonya membelikan aku beberapa potong pakaian yang pantas

Terus terang, pada dasarnya memang aku tampan dan memiliki tubuhnya yang tegap, atletis dan berotot Makanya Nyonya jadi kesengsem begitu melihat penampilanku, setelah tiga bulan lamanya bekerja jadi sopir dan pengawal pribadinya Aku bisa berkata begitu karena bukan cuma jadi sopir dan pengawal saja

Tapi juga jadi pendampingnya di ranjang dan menjadi penghangat tubuhnya Mengisi kegersangan dan kesunyian hatinya yang selalu ditinggal suami Dan aku juga menempati kamar lain yang jauh lebih besar dan lebih bagus Tidak lagi menempati kamar yang khusus untuk pembantu

Semua bisa terjadi ketika malam itu aku baru saja mengantar Nyonya pergi berbelanja Setelah memasukkan mobil ke dalam garasi, aku langsung dipanggil untuk menemuinya Semula aku ragu dan hampir tidak percaya, karena langsung disuruh masuk ke dalam kamarnya Tapi memang Nyonya memintaku untuk masuk ke dalam kamarnya

Dia menyuruhku untuk menutup pintu, setelah aku berada di dalam kamar yang besar dan mewah itu Aku tertegun, apa lagi saat melihat Nyonya Majikanku itu hanya mengenakan pakaian tidur yang sangat tipis sekali, sehingga setiap lekuk bentuk tubuhnya membayang begitu jelas sekali

Dan di balik pakaiannya yang tipis itu, dia tidak mengenakan apa-apa lagi Beberapa kali aku menelan ludah sendiri memandang keindahan tubuhnya Sekujur tubukku mendadak saja jadi menggeletar seperti terserang demam, ketika dia menghampiri dan langsung melingkarkan kedua tangannya ke leherku

“Nyonya”

“Malam ini kau tidur di sini bersamaku ”

“Eh, oh ?!” Belum lagi aku bisa mengeluarkan kata-kata lebih banyak, Nyonya Wulandari sudah menyumpal mulutku dengan pagutan bibirnya yang indah dan hangat menggairahkan

Tentu saja aku jadi gelagapan, kaget setengah mati Dadaku berdebar menggemuruh tidak menentu Bcrbagai macam perasaan herkecamuk di dalam dada Ragu-ragu aku memegang pinggangnya Nyonya Wulandari membawaku ke pembaringannya yang besar dan empuk Dia melepaskan baju yang kukenakan, sebelum menanggalkan penutup tubuhnya sendiri Dan membiarkannya tergeletak di lantai Mataku seketika jadi nanar dan berkunang-kunang

Meskipun usia Nyonya Wulandari sudah hampir berkepala empat, tapi memang dia merawat kecantikan dan tubuhnya dengan baik Sehigga tubuhnya tetap ramping, padat dan berisi Tidak kalah dengan tubuh gadis-gadis remaja belasan tahun Bagaimanapun aku lelaki normal Aku tahu apa yang diinginkan Nyonya Wulandari Apa lagi aku tahu kalau sudah dua minggu ini suaminya berada di luar negeri Sudah barang tentu Nyonya Wulandari merasa kesepian

“Oh, ah ”

Nyonya Wulandari mendesis dan menggeliat saat ujung lidahku yang basah kian hangat mulai bermain dan menggelitik bagian ujung atas dadanya yang membusung dan agak kemerahan Jari-jari tangankupun tidak bisa diam Membelai dan meremas dadanya yang padat dan kenyal dengan penuh gairah yang membara

Bahkan jari-jari tanganku mulai menelusuri setiap bagian tubuhnya yang membangkitkan gairah Aku melihat Nyonya Wulandari dan sudah tidak kuasa lagi menekan gairahnya Sesekali dia merintih dengan suara tertahan sambil mendesak-desakkan tubuhnya Mengajakku untuk segera mendaki hingga ke puncak kenikmatan yang tertinggi

Tapi aku belum ingin membawanya terbang ke surga dunia yang bergelimang kehangatan dan kenikmatan itu Aku ingin merasakan dan menikmati dulu keindahan tubuhnya dan kehalusan kulitnya yang putih bagai kapas ini

“Aduh, oh Ahh , Cepetan dong, aku sudah nggak tahan nih ”, desah nafsu seks Nyonya Wulandari dengan suara rintihannya yang tertahan

Nyonya Wulandari menjepit pinggangku dengan sepasang pahanya yang putih dan mulus Tapi aku sudah tidak bisa lagi merasakan kehalusan kulit pahanya itu Karena sudah basah oleh keringat Nyonya majikanku itu benar-benar sudah tidak mampu lebih lama lagi bertahan

Dia memaksaku untuk cepat-cepat membawanya mendaki hingga ke puncak kenikmatan Aku mengangkat tubuhku dengan bertumpu pada kedua tangan Perlahan namun pasti aku mulai menekan pinggulku ke bawah Saat itu kedua mata Nyonya Wulandari terpejam

Dan dan bibirnya yang selalu memerah dengan bentuk yang indah dan menawan, mengeluarkan suara desisan panjang, saat merasakan bagian kebanggaan tubuhku kini sudah sangat keras dan berdenyut hangat mulai menyentuh dan menekan, mendobrak benteng pertahanannya yang terakhir Akhirnya batang penisku menembus masuk sampai ke tempat yang paling dalam divaginanya

“Okh, aah !” Nyonya Wulandari melipat kedua kakinya di belakang pinggangku

Dan terus menekan pinggulku dengan kakinya hingga batang kebanggaanku melesak masuk dan terbenam ke dalam telaga hangat yang menjanjikan berjuta-juta kenikmnatan itu Perlahan namun pasti aku mulai membuat gerakan-gerakan yang mengakibatkan Nyonya Wulandari mulai tersentak dalam pendakiannya menuju puncak kenikmatan yang tertinggi Memang pada mulanya gerakan-gerakan tubuhku cukup lembut dan teratur Namun tidak sampai pada hitungan menit, gerakan-gerakan tubuhku mulai liar dan tidak terkendali lagi

Beberapa kali Nyonya Wulandari memekik dan mengejang tubuhnya Dia menggigiti dada serta bahuku Bahkan jari-jari kukunya yang tajam dan runcing mulai mengkoyak kulit punggungku Terasa perih, tapi juga sangat nikmat sekali

Bahkan Nyonya Wulandari menjilati tetesan darah yang ke luar dari luka di bahu dan dadaku, akibat gigitan giginya yang cukup kuat Dan dia jadi semakin liar, hingga pada akhirnya wanita itu memekik cukup keras dan tertahan dengan sekujur tubuh mengejang saat mencapai pada titik puncak kenikrnatan yang tertinggi Dan pada saat yang hampir bersamaan, sekujur tubuhku juga menegang Dan bibirku keluar suara rintihan kecil

Hanya beberapa detik kemudian aku sudah menggelimpang ke samping, sambil menghembuskan napas panjang Nyonya Wulandari langsung memeluk dan merebahkan kepalanya di dadaku yang basah berkeringat Aku memeluk punggungnya yang terbuka, dan merasakan kehalusan kulit punggungnya yang basah berkeringat

Nyonya Wulandari menarik selimut, menutupi tubuh kami berdua Aku sempat memberinya sebuali kecupan kecil dibibirnya, sebelum memejamkan mata Membayangkan semua yang baru saja terjadi hingga terbawa ke dalam mimpi yang indah Sejak malam itu aku kerap kali dipanggil ke dalam kamarnya untuk melayani nafsu seks nya

Dan kalau sudah begitu, menjelang pagi aku baru keluar dari sana dengan tubuh letih Semula aku memang merasa beruntung bisa menikmati keindahan dan kehangatan tubuh Nyonya Majikanku Tapi lama-kelamaan, aku mulai dihinggapi perasaan takut

Betapa tidak, ternyata Nyonya Wulandari tidak pernah puas akan nafsu seks nya kalau hanya satu atau dua kali bertempur dalam semalam Aku baru menyadari kalau ternyata Nyonya Majikanku itu seorang maniak, yang tidak pernah puas dalam bercinta di atas ranjang Bukan hanya malam saja Pagi, siang sore dan kapan saja kalau dia menginginkan, aku tidak boleh menolak

Tidak hanya di rumah, tapi juga di hotel atau tempat-tempat lain yang memungkinkan untuk bercinta, memuaskan nafsu seks nya dan mencapai kenikmatan di atas ranjang Aku sudah mulai kewalahan menghadapinya Tapi Nyonya Wulandari selalu memberiku obat perangsang, kalau aku sudah mulai tidak mampu lagi melayani keinginan nafsu seks nya yang selalu berkobar-kobar itu

Aku tetap jadi supir dan pengawal pribadinya Tapi juga jadi kekasihnya di atas ranjang Mungkin karena aku sudah mulai loyo, Nyonya Wulandari membawaku ke sebuah club kesegaran Orang-orang bilang fitness centre Di sana aku dilatih dengan berbagai macam alat agar tubuhku tetap segar, kekar dan berotot

Dua kali dalam seminggu, aku selalu datang ke club itu Memang tidak kecil biayanya Tapi aku tidak pernah memikirkan biayanya Karena ditanggung oleh Nyonya Wulandari Dan di rumah, menu makanankupun tidak sama dengan pembantu yang lainnya

Nyonya Wulandari sudah memberikan perintah pada juru masaknya agar memberikan menu makanan untukku yang bergizi Bahkan dia memberikan daftar makanan khusus untukku Terus terang, aku merasa tidak enak karena diperlakukan istimewa

Tapi tampaknya semua pembantu di rumah ini sudah tidak asing lagi Bahkan dari Bi Minah, yang tugasnya memasak itu aku baru tahu kalau bukan hanya aku yang sudah menjadi korban kebuasan nafsu seks Nyonya Wulandari Tapi sudah beberapa orang pemuda seusiaku yang jadi korban

Dan mereka rata-rata melarikan diri, karena tidak tahan dengan perlakuan Nyonya Wulandari Aku memang sudah tidak bisa lagi menikmati indahnya permainan di atas ranjang itu Apa lagi Nyonya Wulandari sudah mulai menggunakan cara-cara yang mengerikan, Untuk memuaskan keinginan dan hasrat biologisnya yang luar biasa dan bisa dikatakan liar

Aku pernah diikat, dicambuk dan di dera hingga kulit tubuhku terkoyak Tapi Nyonya Wulandari malah mendapat kepuasan Wanita ini benar-benar seorang maniak Dan aku semakin tidak tahan dengan perlakuannya yang semakin liar dan brutal

Meskipun kondisi tubuhku dijaga, dan menu makanankupun terjamin gizinya, tapi batinku semakin tersiksa Beberapa orang pembantu sudah menyarankan agar aku pergi saja dan rumah ini Rumah yang besar dan megah penuh kemewahan ini ternyata hanya sebuah neraka bagiku

Aku memang ingin lari, tapi belum punya kesempatan Tapi rupanya Tuhan mengabulkan keinginanku itu Kebetulan sekali malam itu suami Nyonya Wulandari datang Aku sendiri yang menjemputnya di bandara Dan tentu tidak sendiri saja, tapi bersama Nyonya Wulandari Di dalam perjalanan aku tahu kalau suami Nyonya Majikanku itu hanya semalam saja Besok pagi dia sudah harus kembali ke Tokyo

Dari kaca spion aku melihat tidak ada gurat kekecewaan di wajah Nyonya Wulandari Padahal sudah hampir sebulan suaminya pergi Dan kini pulang juga hanya semalam saja Nyonya Wulandari malah tersenyum dan mencium pipi suaminya yang kendur dan berkeriput Setelah memasukkan mobil ke dalam garasi, aku bergegas ke kamar

Kesempatan bagiku untuk kabur dan rumah neraka ini Karena Nyonya Wulandari sedang sibuk dengan suaminya Aku langsung mengemasi pakaian dan apa saja milikku yang bisa termuat ke dalam tas ransel Saat melihat buku tabungan, aku tersenyum sendiri

Sejak bekerja di rumahi ini dan menjadi sapi perahan untuk pemuas nafsu seks Nyonya Majikan, tabunganku di bank sudah banyak juga Karena Nyonya Wulandan memang tidak segan-segan memberiku uang dalam jumlah yang tidak sedikit

Dan tidak sepeserpun uang yang diberikannya itu aku gunakan Semuanya aku simpan di bank Aku masukan buku tabungan itu ke dalam tas ransel, diantara tumpukan pakaian Tidak ada yang tahu kalau aku punya cukup banyak simpanan di bank Bahkan Nyonya Wulandari sendiri tidak tahu

Karena rencananya memang mau kabur, aku tidak perlu lagi berpamitan Bahkan aku ke luar lewat jendela Malam itu aku berhasil melarikan diri dari rumah Nyonya Wulandari Terbebas dari siksaan batin, akibat terus menerus dipaksa dan didera untuk memuaskan nafsu seks birahinya yang liar dan brutal

Tapi ketika aku lewat di depan garasi, ayunan langkah kakiku terhenti Kulihat Bi Minah ada di sana, seperti sengaja menunggu Dadaku jadi berdebar kencang dan menggemuruh Aku melangkah menghampiri Dan Wanita bertubuh gemuk itu mengembangkan senyumnya

“Jangan datang lagi ke sini Cepat pergi, nanti Nyonya keburu tahu ”, kata Bi Minah sambil menepuk pundakku

“Terima kasih, Bi”, ucapku Bi Minah kembali tersenyum

Tanpa membuang-buang waktu lagi, aku bergegas meniggalkan rumah itu Aku langsung mencegat taksi yang kebetulan lewat, dan meminta untuk membawaku ke sebuah hotel Untuk pertama kali, malam itu aku bisa tidur nyenyak di dalam kamar sebuah hotel Dan keesokan harinya, setelah mengambil semua uangku yang ada di bank, aku langsung ke stasiun kereta

Aku memang sudah bertekad untuk kembali ke desa, dan tidak ingin datang lagi ke Jakarta Dari hasil tabunganku selama bekerja dan menjadi pemuas nafsu seks Nyonya Wulandari, aku bisa membuka usaha di desa Bakkan kini aku sudah punya istri yang cantik dan seorang anak yang lucu

Aku selalu berharap, apa yang terjadi pada diriku jangan sampai terjadi pada orang lain. Kemewahan memang tidak selamanya bisa dinikmati dengan nafsu seks. Justru kemewahan bisa menghancurkan diri jika tidak mampu mengendalikannya.



Selasa, 21 Maret 2017

TANTE TANTE KESEPIAN YANG INGIN DIPUASKAN

Domino 99 BandarQ Domino QQ Poker Online Teraman dan Terpercaya
Pukul 20:00 WIB bel pintu rumah kontrakanku berdering, ketika itu aku di dapur sedang membuat mie rebus kesukaanku Dengan berlari kecil menuju pintu depan, lalu aku membuka pintu, ternyata yang datang ke rumahku adalah Tante Lisa berserta temannya, aku belum kenal siapa dia

“Hi Dedi apa kabar Sayang,” kata Tante Lisa
“Ooo Tante, Silakan masuk Tan,” balasku sambil mempersilakan mereka duduk di sofa panjang di ruang tamu
“Tan, maaf yach di tinggal dulu mo matiin kompor soalnya lagi masak mie nich ” kataku
“Oh ya Ded silakan ” balasnya

Seketika itu juga aku beranjak ke dapur Dua menit kemudian aku kembali ke ruang tamu lagi Lalu aku di kenalkan dengan temannya oleh Tante Lisa

“Ded, kenalin nich temen tante,” katanya
“Nining ” katanya
“Dedi ” balasku

Lalu terjadilah perbincangan antara kami bertiga, hingga akhirnya Tante Lisa mengajakku untuk ML bersama-sama

“Ded, puasin kita dong mau khan?” kata Tante Lisa
“Boleh kapan?” tanyaku pura-pura bodoh
“Yach sekarang dong masa tahun depan sich,” kata Tante Nining
“Ded Tante Lisa udah cerita tentang kamu, dan Tante Nining tertarik mau nyobain permainan kamu Ded,” katanya
“Ah, Tante Nining ini ada-ada aza,” candaku

Kemudian aku berdiri menuju sofa, dan aku duduk di tengah-tengah mereka, tanganku mulai memegang dan meremas-remas payudara Tante Nining dari luar bajunya, dan kulihat Tante Nining mendesis, dan dia hanya diam saja sewaktu tanganku memainkan payudaranya

Lalu aku mulai mencium bibirnya, bibirku dibalas oleh Tante Nining dengan ganasnya Lidah kami saling berpautan dan air ludah kami saling telan Melihat aku dengan Tante Tining sedang asyik bercumbu, tangan Tante Lisa mulai bergerilya, meremas-remas batang kejantananku dari luar celanaku

3 menit setelah aku selesai menikmati bibir dan aksi remasanku di payudara Tante Nining, lalu aku mengajak mereka masuk ke dalam kamar tidurku Lalu kami bertiga masuk ke kamarku Di dalam kamarku mereka berdua melepaskan pakaiannya masing-masing hingga bugil

Alamak aku sempat tertegun melihat kedua tubuh mereka dan kedua payudara serta liang kewanitaan mereka yang indah itu Payudara mereka sama besarnya, cuma perbedaan dari mereka adalah bulu kemaluannya, bulu kemaluan Tante Lisa sangat lebat dan hitam, sedangkan kewanitaan Tante Nining bersih tanpa bulu

Setelah mereka bugil, lalu mereka melucuti seluruh pakaianku satu-persatu serta celanaku hingga bugil Lalu aku naik ke atas tempat tidurku Aku mengatur posisi, posisiku tiduran terlentang, Tante Nining kusuruh naik ke atas wajahku dan berjongkok lalu aku mulai mejilat-jilat liang kewanitaannya dengan lidahku, sesekali jariku memainkan klitorisnya dan memasukkan jariku ke dalam liang kewanitaannya yang sudah basah itu, sedangnkan Tante Lisa kusuruh mengerjai batang kejantananku

Batang kejantananku di kocok-kocok, dijilat-jilat dan dikulum ke dalam mulutnya hingga semua batang kejantananku masuk ke dalam mulutnya Terasa nikmat sekali ketika batang kejantananku dikenyot-kenyot oleh Tante Lisa

Selang 10 menit aku melihat Tante Lisa mulai mengubah posisinya, dia berjongkok di atas selangkanganku dan batang kejantananku diarahkan ke liang kewanitaannya dengan tangannya dan , “Bleess bleess ” masuklah batang kejantananku ke liang senggamanya dan terasa hangat dan sudah basah

Lalu Tante Lisa menaik-turunkan pantatnya, terdengar suara desahan-desahan nikmat yang keluar dari mulut Tante Lisa, “Hhhmm aakkhh aakkhh hmm ” Tante Lisa terus menaik-turunkan pantatnya dan sesekali memutar-mutar pantatnya

Saat menikmati hangatnya liang kewanitaan Tante Lisa, aku masih terus menjilat-jitat dan mengocok jariku ke liang kewanitaan Tante Nining Ketika sedang asyiknya menjilat liang kewanitaan Tante Nining, lidahku merasakan suatu cairan kental yang keluar dari liang kewanitaan Tante Nining, lalu kusedot dan kutelan air kenikmatan Tante Nining itu dan kubersihkan liang kewanitaannya dengan lidahku

Sepuluh menit kemudian kulihat Tante Lisa sudah tidak tahan lagi dan akhirnya, “Crreett crreett ” air maninya mangalir deras membasahi batang kejantananku, seketika itu Tante Lisa kerkulai lemas di sampingku dan kini batang kejantananku sudah terlepas dari liang senggamanya

Lalu aku mngubah posisi, kini Tante Nining kusuruh menungging dan dari belakang kuarahkan batang kejantananku ke liang senggamanya, “Bleess bleess ” aku mulai mengocok-ngocok batang kejantananku di liang kewanitaannya dari belakang, aku terus memaju-mundurkan batang kejantananku, sembari tanganku meremas-remas payudara yang menggantung dan bergoyang-goyang itu

Rintihan nikmat pun terdengar dari mulutnya, “Aakhh aakkhh terus sayang enak aakkh hhmm ” Ketika batang kejantananku keluar masuk di liang kewanitaannya, di balas juga oleh Tante Nining dangan memaju-mundurkan pantatnya

Selang 20 menit aku merubah posisi lagi, kini kuatur posisi Tante Nining tiduran terlentang lalu kuangkat kedua kakinya ke atas, kubuka lebar-lebar pahanya, lalu kuarahkan kembali batang kejantananku ke liang kewanitaannya dan , “Bleess bless ” batang kenikmatanku masuk ke liang kewanitaannya lagi, aku mulai mamaju-mundurkan pinggulku

10 menit kemudian dia sudah tidak tahan lagi ingin keluar, “Aakhh akhh Say, Tante udah nggak tahan lagi pengen keluar ” rengeknya “Dedi belom mo keluar nich Tan kalo mo keluar keluarin aza,” kataku dan akhirnya, “Creet creett creett ” dia sudah mencapai puncak kenikmatannya

Dan dia pun terlihat lelah karena puas Karena aku belum mencapai puncak kenikmatan lalu aku merubah posisi dengan gaya “side to side”, (satu kaki Tante Nining diangkat ke atas sedangkan kaki satunya tidak diangkat, sedangkan posisi tubuh miring)

Kukocok-kocokkan batang kejantananku dengan tempo sedang di liang senggamanya, dan 20 menit kemudian aku merasakan sepertinya aku akan menemui puncak kenikmatan, lalu aku mempercepat gerakanku, kukocok dengan tempo cepat dan agak kasar di liang kewanitaannya dan terdengar rintihan kesakitan dan rasa nikmat yang terdengar dari mulutnya

“Ouw aahhkk aakkhh aakhh ” kemudian kucabut dan kuarahkan batang kejantananku ke wajah Tante Nining dan, “Creet creett creett ” spermaku muncrat di wajahnya Lalu batang kejantananku kuarahkan ke mulutnya minta dibersihkan oleh Tante Nining dengan lidahnya dan aku pun terkulai lemas di tengah kedua tante itu

Lima belas menit setelah mengatur nafas dan melihat kemolekan kedua tubuh tante itu, batang kejantananku sadah mulai berdiri lagi dan mengeras, kini sasaranku adalah Tante Lisa. Kuangkat tubuh Tante Lisa dan aku menyuruhnya menungging, lalu batang kejantananku kuarahkhan ke lubang pantatnya dan,

“Bleess bleess ” batang kejantananku sudah masuk ke dalam lubang pantatnya, aku mulai mengocok-ngocok kembali batang kejantananku di pantatntya, “Aaakkhh aakkhh hhmm ” cuma itu yang keluar dari mulut Tante Lisa saat aku menusuk-nusuk pantatnya

Selang 5 menit aku kembali merubah posisi, aku duduk di pinggir ranjang dan Tante Lisa duduk di atas selangkanganku menghadapku Lalu, “Bless bleess ” kini batang kejantananku bukan di lubang pantatnya lagi tetapi dimasukkan ke liang kewanitaannya

Tante Lisa mulai menaik-turunkan pantatnya di atas selangkanganku dan sambil menikmati gerakan dari posisi itu aku meremas-remas kedua payudaranya dan kusedot-sedot bergantian, kugigit-gigit puting susunya dan dari payudara itu keluar suatu cairan dari putingnya

Ternyata yang keluar itu adalah air susunya, langsung saja kusedot dan rasanya nikmat sekali Ketika aku menyedot air susunya semakin kuat desahan Tante Lisa Setengah jam kemudian aku dan kedua tante tante kesepian itu sama-sama mencapai puncak kenikmatan dan,

“Creett crreett creett ” kami berdua keluar dan terkulai lemas di tempat tidur dengan batang kejantananku yang masih menancap di liang kewanitaannya. Aku dan kedua tante tante kesepian akhirnya tertidur kelelahan, keesokan paginya kami pun melakukan hubungan lagi bertiga di kamar tidur maupun di kamar mandi saat kami mandi bersama

Setelah permainan dan mandi bersama itu selesai kemudian kedua tante tante kesepian itupun pulang.



PERSELINGKUHAN YANG KULAKUKAN DENGAN TANTE SARAH, CALON IBU MERTUAKU

Domino 99 BandarQ Domino QQ Poker Online Teraman dan Terpercaya
Ini asli kisah gua sama ibu pacar gua waktu dulu masih pacaran, waktu itu sekitar 7 tahun yang lalu, ibu pacar gua panggil aja namanya tante Sarah, memang sih udah tua, umurnya aja sekitar 45 tapi mukanya masih kelihatan cantik dan body nya juga montok, tinggi sekitar 168cm, kalau di taksir susu nya kayaknya sekitar 34D (kalau diliat dari luar), lekukan2 nya memang masih pada tempat2 yang pas

Tapi namanya sudah berumur kerutan dimuka dan perutnya memang tidak rata lagi. Gua sendiri saat itu usia baru 25 tinggi badan 177 cm, untuk urusan body dan muka standar-standar aja Gua saat itu masih kuliah di kampus yang terkenal buat anak anak orang berduit dan gua saat itu kost di daerah Jakarta selatan

Cerita ngesex ini bermula saat gua punya pacar namanya inge dia berkulit putih satu kampus sama gua tapi baru smester 5 ukuran toket 34b tinggi 167, kita pacaran sejak dia semester 3 dan semua keluarga sudah tau termasuk maminya dan kakaknya inge (dika) dan menyetujui bahkan kami sudah berecana menikah tapi tuhan berkehendak lain

Cerita nya memang dari dulu kalau ketemu sama tante Sarah saat gua wakuncar (red=waktu kunjung pacar) gua memang diam2 selalu curi2 pandang, apalagi kalau pas dipeluk sambil cium pipi kiri n kanan, rasanya pas susunya nempel kok langsung jadi nafsu banget Mungkin gara2 gua keseringan liat film hot mom and my friend kali ya (Kegiatan peluk dan cipika cipiki udah rutin kebiasaan pacarku dan tante Sarah soalnya dia memang ada darah scotlandia)

Pas satu malem lagi di kos ng’gak ada kerjaan, jadi iseng gua mau ke rumah inge pacar gua, dan di jalan sambil nyetir pas gua nelpon mau kabarin lagi jalan ke situ, tiba2 yang angkat telpon kok suaranya beda, padahal itukan hpnya inge

Terus gua tanya ini siapa kok hp inge sama situ Yang jawab bilang “ohhhhhh tadi berangkat keluar kota nengok neneknya” dalam hati gua udah ngomel2, kenapa nggak bilang tapi pas gua inget inget ia ya dia pernah bilang tapi gua lupa sama sekali, padahal gua udah setengah jalan Tiba2 ditanya “ini benny yah?? Ada perlu apa ben?? Ini tante hpnya inge ketinggalan di rumah”

Kaget dicampur seneng langsung jawab “engga pa2 tante, tadinya mau kesitu, ini juga lagi dijalan, tapi kok tante nggak ikut? tapi ya udah deh besok2 kalo inge dah balik aku kesana, sekaraang aku balik dulu”, “tante tadi ada urusaan di kantor rencananya besok tante nyusul, tapi kamu kasian banget udah dijalan malah tanggung harus balik lagi, udah dateng sini aja temenin tante ngobrol?” kata tante Sarah

Mulut nyengir sampe ke ujung pipi, tapi masih pura2 nggak enak dulu “Mmmmmmm nga pa2 nih tante? Nga ganggu tante kalo saya ke rumah?” dalem hati sih berharap2 si tante nga jawab suruh balik hehehehe

Untung nya si tante jawab “engga donk ben…… Pokoknya kamu dateng aja yah, tante tungguin nanti kalo udah deket rumah telpon lagi biar tante keluar bukain pintu” Dalem hati udah kesenengan dapet waktu berduaan aja sama si tante yang cakep ini, tapi tetep jawab dengan sopan “iya tante, nanti saya kabarin

Pas udah mau sampe deket rumah, nga tau kenapa sengaja iseng nga kabarin si tante kalo gua sebentar lagi sampe Di depan rumah gua sambil mencetin bel bingung juga kok gelap yah? Nungguin agak lama juga nga ada yang bukain pintu

Akhirnya gua telpon juga deh, tante Sarah langsung jawab “udah mau sampe yah ben?” langsung aja gua jawab kalo gua udah di depan pintu tante Sarah agak kaget “loh?? Kok nga telpon dulu?? Ya udah tunggu sebentar yah, tante mau ganti baju dulu ini tadi baru habis mandi” mulut gua langsung kebuka lebar sambil kesenengan, dengan sabar gua tunggu rasanya lama banget padahal sih nga nyampe 5 menit

Dari dalem tante Sarah buka pintu, keliatan bentuk tubuhnya yang montok (tapi nga gendut loh) n beneran dia cuma pake daster terusan tidur yang bahan nya biasa aja tapi panjangnya Cuma sampe di atas lutut, sambil gua perhatiin pinggul nya goyang kanan n kiri jalan bukain pintu Begitu dibuka tante langsung dengan hangat meluk gua n cipika cipiki, pas sambil jalan masuk dia nyubit lengan gua, ngomel2 dikit kenapa gua nga telpon kalo udah mau sampe

Gua cuma senyum2 aja sambil bilang kalo lupa, di cubit lagi sama si tante Sarah sambil bilang “kamu mau minum apa?” dalam hati sih pengen langsung nunjuk susunya yang montok, hehehehee tapi cuma bales air putih aja cukup tante Sarah terus pergi ke dapur n gua mulai liat2 siaran tv di canel parabola apa yang mau kira kira menarik

Tiba2 tante Sarah nyeletuk dari belakang gua “emang kamu nggak di kabarin inge ben? Nih air nya diminum yah”

“iya tante makasih…… Di kasih tau tapi lupa banget tan…… tante Sarah sendirian nih jagain rumah? Nga serem?” bales gua……

“ada sama kakak ipar mu kok, cuma dia keluar sama temen nya, nanti lewat jam 12 baru balik dari concert katanya, tapi biasa sih pasti udah hampir pagi deh Serem juga sih ben, tapi gimana lagi donk? Kan sekarang baru jam 7…… kamu temenin tante aja gimana?

Sambil nonton sama tante yah lagian juga di kost mu pasti gak ada canel parbola, cuma jangan sedih yah biasa nya pacar kamu cakep n muda, skrg malah disuruh nonton bareng sama yang udah tua2 kaya tante begini hihihihii” jawab si tante

Makin seneng aja, langsung gua jawab ok sambil tambah2 kata pemanis “ahhhh tante bisa aja, tante kan masih cakep gitu, yang muda2 aja kalah kok” , “dasar kamu pinter ngomong sama cewe yah? Udah pilih film belom?” tanya tante Sarah sambil duduk di sofa n kaki nya di angkat di atas sofa, jadi dasternya agak ke angkat sedikit n paha nya keliatan

akhirnya gua nemuin film yang ok dan baru, gua duduk di sebelah dia agak deket tapi nga berani nempel, takut di omelin kalo mau macem2 Memang kalo udah nasib nggak akan kabur, tante Sarah duduk nya nempel ke gua n tangan nya megang tangan gua di atas paha sambil nanya

“film nya bagus nggak? Dari pertanyaannya gwa tau dia nggak suka film itu “Tentang apa sih kok tante nggak paham? Dll… ” awalnya secara detail gwa jelasin sampai bla bla bla tapi sekitar setengah main gua udah nga konsen n jawabnya juga udah secukupnya aja

Soalnya BH n bagian atas susu nya jadi deket banget sama gua, n gua juga udah nga konsen sama film nya soalnya ada pemandangan yg lebih menarik, tante Sarah angkat tangan gua n mindahin ke belakang dia, jadi posisi nya skrg kepala si tante di dada gua…… Tambah napsu lagi nih, cukup nengok bawah dikit aja tuh susunya udah siap nyembul keluar Tiba2 ada adegan yg ngagetin n dia nya lompat, pas balik tangan nya kena penis gua yang dari tadi udah tegang liat susunya

tante Sarah langsung balik ngeliatin gua “ben… ini kok keras begini? Kan ini film action?” gua nya cuma kebingungan nga tau mau jawab apa, belom kepikir mau ngomong apa tante Sarah tanya lagi “kamu dari tadi ngeliatin tante yah? Ini keras begini gara2 tante?” sambil dia nyentuh2 penis gua buat mastiin kalo beneran keras

Dengan malu2 gua jawab “iya tante, tapi jangan marah yah… soalnya dari tadi keliatan terus susu nya tante jadi nya napsu juga tante, jangan marah yah?” “tante nga marah, tapi masa sih kamu napsu sama tante? Tante kan udah tua ben? Udah kendor semua, banyak keriput, masa sih kamu bisa napsu sama tante” tanya tante Sarah sambil megang susu nya sendiri Dengan malu2 gua jawab “iya tante, kan tadi benny udah bilang kalo menurut saya tante lebih cakep dari yang muda2 kok”

tante Sarah cuma tersipu2 malu tapi keliatan kalo dia juga seneng ada yang bilang dia masih cakep (maklum udah lama menjanda dari umur 30), sambil nyubit paha gua dia nga percaya kalo gua napsu sama dia “ben…… kamu bener2 napsu sama tante? Tante mau liat barang kamu boleh nga? Udah lama banget tante nga ngeliat ato megang yang begituan” gua kaget dan kayak nggak percaya tapi gua cuma bisa bilang “boleh tante…… ”

Akhirnya tante Sarah pelan2 bukain celana gua n mulai megang2 penis gua dari luar CD, dia agak kebingungan “kok gede banget sih ben?” padahal penis gua sih cuma 16cm panjang n 3 5cm lebarnya “masa sih tan? Kata inge biasa aja kok…

Mungkin terlalu napsu kali ngeliat yang cakep2” kata gua, tante Sarah cuma tersipu2 malu sambil ngebukain CD gua n matanya melotot mulut nya kebuka udah kaya anak kecil lagi dapet hadiah begitu liat penis gua langsung yang udah keras banget langsung mental kena muka dia sedikit

“sori tante, udah keras banget soalnya” kata gua

“nga pa2 kok ben, barang kamu ini bukan cuma panjang tapi gede juga yah, pasti inge seneng banget punya suami kamu??” kata tante Sarah sambil ngocok penis gua pelan2 “kasian deh kalo udah keras begini gak tersalurkan, tante bantuin yah? Biar lemes lagi” belom sempet gua jawab apa2,

kayaknya tante Sarah udah lama banget nga pernah ngeliat penis yg keras ternyata napsu nya udah ke ubun2 n langsung mulai cium kepala penis gua “aaaahhhhhhhh tanteeeee……… enak banget…… ” Begitu ngeliat gua keenakan tante Sarah juga makin ganas maennya…… penis gua di isep2, di emut2, di jilat2 n di cium2 sambil tangan nya

ikutan maenin batang gua juga Nga mau kalah dan nga takut2 lagi akhirnya gua coption BH dia n mulai remes2 toket nya tante Sarah yang ternyata udah kendor, “bennnn…… iya bennnnn…… pinter deh kamu, yang kenceng remes tete tante juga nga pa2” ternyata tante Sarah yang selama ini santun banget, aslinya kalo udah napsu juga binal banget “iya tante…… aduh tante enak banget isepin kontol saya” tangan gua skrg udah lari ke CD dia dan pegang2 sedikit ternyata udah basah di bagian memeknya

Baru mulai dielus2 dikit, tante Sarah langsung berhenti isepin kontol gua sambil ngerang2 “aahhhhh beennnnnnn…… iyaaa bennnnnn…… enak banget…… Tante udah nga pernah ada yang nyentuh memek tanteeeee ssssshhhhhhh aaahhhhh…… Terus bennnn”

Kayaknya memang tante Sarah ini udah puluhan tahun nga pernah ada yang nyentuh deh padahal dia cakep, kaya n pengusaha gitu…… langsung gua pindah posisi jongkok di bawah sofa n sekaligus copotin CD tante Sarah yang udah pasrah nurutin semua kemauan gua

Pas mau copotin dasternya dia nolak “jangan ben, tante malu…… Tante kan udah tua, badan nya tante udah kendor n keriputan semua……” sambil ciumin leher n kuping dia gua bukain dasternya dari atas “saya justru sukanya yang tipe2 kayak tante” kali ini rayuanku sukses tante Sarah udah bugil total sambil protes minta gua bugil juga

Abis buka baju n kita berdua udah nga ada sehelai benang pun, gua lanjut ciumin bibir dia yang halus banget, tante Sarah ngebales ciuman gua nga kalah ganas nya (tangan gua tetep nga bisa diem, selalu pindah2 antara susu n memek dia), gua lanjutin ciumin leher n kuping tante Sarah yang selalu mendesah tiada henti nya

“ssssshhhhhhhsssssssss…… aaahhhhhhhh bennnnnnnn terus bennnnnnn iya enak banget……… tante milik kamu mulai skrg…… aaaahhhhhhhhh kapan pun kamu mau, tante Sarahelalu siap…… sssshhhssss aaaahhhhh………”

Udah puas, skrg gua mulai pindah ke toket nya yang memang gede tapi udah nunjuk ke bawah, gua remes2 sambil gua jilat2in n isep2in pentil nya Si tante langsung jambak2 rambut gua halus2…… “iya…… Aarrrrgghhhhhh……… enaknya…… ” saking gemesnya pentil tante Sarah gua gigit2 maen2

“aawwwwww…… sakit ben… jangan terlalu keras yah…… boleh tapi jangan keras2” protes tante Sarah, sekitar 7 menit gua maen di gunung kembar yang akhirnya makin lama remesan, isepan n gigitan gua makin keras dan tante juga udah nga bisa ngomong apa2 lagi, yang keluar cuma “ssssshhhhhhssssss…… Beennnn…… Iyaaaa…… Aaaahhhh…… Terus ben…… ”

Pas gua lepas toket nya tante protes “ben?? Ini susu tante kok merah2 cupangan semua dimana2?” memang gua dari tadi sengaja cupangin toket tante hehehehee “loh? Katanya skrg tante milik benny? Kan itu tanda nya…… tante nga mau yah?” sengaja gua takutin

“engga kok ben…… boleh…… cuma tante nanti takut keliatan aja, ya udah nanti tante pake baju aja, biar nga keliatan orang laen…… Terserah kamu mau di apain tante mu ini, tante Saraheneng banget kamu udah mau puasin tante” jawab tante Sarah

Gua langsung lanjutin ke paha dalam nya tante Sarah, gua elus2…… Gua cium2… gua jilat2…… Gua gigit2 sambil nyupangin…… gantian kiri kanan, tante Sarah kayaknya udah kelojotan gua maen di daerah bawah…… dia cuma bisa “mmmppphhhhh…… Ssshsss…… Iya ben…… ahhhhhhh……” sambil ngelus2 kepala gua

Makin deket gua maen nya sama memek tante Sarah, makin kayak cacing kepanasan dia, badan nya menggeliat melulu, kepala nya bolak balik kiri kanan terus2an sama tangan nya neken2 kepala gua supaya posisi pas di tengah memeknya (soalnya gua memang sengaja bikin dia napsu dengan maenin bagian samping nya dulu, sambil nyerempet2 dikit hehehe)

Makin deket gua maen nya sama memek tante Sarah, makin kayak cacing kepanasan dia, badan nya menggeliat melulu, kepala nya bolak balik kiri kanan terus2an sama tangan nya neken2 kepala gua supaya posisi pas di tengah memeknya (soalnya gua memang sengaja bikin dia napsu dengan maenin bagian samping nya dulu, sambil nyerempet2 dikit hehehe)

“bennnnnnn iihhhhhhhh…… Sssshhsssss aaahhhhhhhhh kamu jahat dehhh…… Nyiksain tante yah??? Mmmmmmmm ahhhhhhhhhh” skrg ini memek nya tante Sarah udah basah bener2 basah sampe agak netes2 keluar dikit Tiba2 mulut gua langsung gua arahin ke memek dia, langsung gua jilatin bagian tengah nya

“AAAAAAHHHHHHHH……… BENNNYYYYYY…… SSSSHSSSSS…… MMMMPPPHHHHH…… IYA BENNNN…… TERUS…… SSHSHHHHHSSSS…… ENAK BANGET……” tangan dia langsung neken muka gua sedalem mungkin ke memek dia, sampe rada susah nafas n basah deh muka gua……

tante Sarah makin menggila aja “AAAAAHHHHHH IYA BENNN…… TANTE BELOM PERNAH DI BEGINIIN…… SSSSSHHHHH… MMMMPPPPHHHH…… KAMU PINTER BANGET SIHHHHH???? AAHHHHHHH…… ” Denger tante makin gila, gua juga makin kenceng aja, jilatin nya, sampe pas gua sedot2 memek nya kenceng, tante Sarah tiba2 neken memek nya ke kepala gua kenceng banget “AAAHHHHHHH BENNNNN!!!! TANTE NYAMPEEEEEE… !!!!! AAAAHHHHHHHH GILAAA… ”

Pinggul nya tante naek setinggi bahu gua tapi kepala gua di teken sama dia sambil ngejambak rambut gua…… Memeknya tante Sarah langsung banjir n muka gua dipake buat ngelap sama dia naek turun memeknya dia……

Belom sempet ambil nafas, gua tetep sedot2in memeknya n pindah ke clit nya tante Sarah… dia langsung kaya kena setrum pinggul nya naek lagi n langsung teriak2…… “BENNNNNN…… STOPPPPP…… GELIIIII…… TANTE BARU NYAMPE…… ISTIRAHAT DULU YAHHHHH… ” gua tetep cuek n jilat2in tante Sarah, baru sebentar gua mulai sedot2 clit nya…… tante Sarah kayaknya bener2 nga kuat n nyampe lagi…… “AAAARRRRGHHHHHHH…… BEENNNNYYYY…… GILLLAAAA… TANTE NYAMPE LAGIIII………

AARRGGHHHHH……MMMMMPPPHHHHH…… SSSHHHSSSS…… BEEENNNNNNNNN AMPUNNNNNNN…… “ muka gua yang udah basah lagi2 di teken2 sampe nga bisa nafas n di naek turunin memek dia, tapi mulut gua tetep kekeh nyedot n gigit pelan clit dia……

sampe akhirnya gua stop n pinggul dia masih naek tinggi n neken kepala gua ke memek dia…… Nga lama dia langsung ambruk ke sofa…… Abis tante Sarah ambruk di sofa, kita ciuman sambil bersilat lidah, tante juga jilat2in muka gua yang basah sama cairan dari memek dia

“makasih yah ben…… Tante udah nga pernah ngerasain yang beginian lagi, apalagi dijilatin sampe tante nyampe 2 kali berturut2 begitu

Sampe lemes banget nih tante” gua cium tante Sarah di bibir softly sambil bilang kalo dia itu cantik banget n gua seneng banget udah bisa bikin dia sampe nyampe n dengan senang hati ngelanjutin lagi tante Sarah cuma senyum n kiss balik

“masa di kasih rejeki begini tante tolak sih ben? Asal nga boleh ada yang tau yah? Ini rahasia kita aja, dan juga kita ini cuma saling menuhin kebutuhan seksual aja jangan ada perasaan, kasian anak tante, lagian kamu kan benar2 mencintai inge kan??” tante tetep mau kamu punya keluarga sendiri, tentunya dengan inge sebagai istrimu”

Gua cuma ngangguk n jawab iya sambil ciumin…… dan ciuman2an tante Sarah makin lama makin hot, lidah gua udah di dalem mulut dia, sambil di isep2, tangan gua juga udah mulai nakal ngelus2 toket n paha…… gantian jilatin leher n kuping si tante lagi (soalnya tadi keliatan ini titik lemah biar langsung nafsu lagi hehehe)

“hmmmmmmm…… Nakal yah kamu ben?? Kasian deh tante udah dapet 2 kali kamu masih kuat begitu yah? Ehhhhhhh…… Bahaya nih kita bugil di ruang tamu, nanti kalo calon kakakmu pulang bisa ketauan, pindah ke kamar yuk?” ajak tante Sarah sambil berdiri n narik tangan gua. Kita ambil pakaian2 kita yang udah di tempat2 berbeda2 n bersih2in sisa cairan memek nya tante, terus kita sambil bugil2an pindah ke kamar tamu

Begitu masuk ke kamar, baju2 yang di pegang langsung di buang sembarangan n kita langsung lompat ke tempat tidur, ciuman langsung ganas…… tante Sarah nga mau kalah gantian lidah dia yang nyerang mulut gua, sambil gua isep2 lidah dia, tangan mulai melancarkan serang ke toket tante gua yang udah turun tapi ranum ini…… Nga mau kalah sambil ciuman dashyat, jilatan2 leher, tangan tante Sarah mulai ngocokin kontol gua

Serangan ke tante juga gua tingkatin mulai ciumin toket dia soalnya udah keliatan kalo napsu nya udah mulai kepancing dari rintihan2 kecil nya, nipple tante juga udah mulai keras sambil gua pelintir2, maenin kaya nyari frekuensi radio “mmmmmmm…… ahhhhhhhh enak ben…… ARRRGHHHHH…… jangan terlalu keras donk gigit nya” pas gua mulai gigitin nipple toket sebelah nya Ngeliat tante mulai kaya cacing kepanasan, kontol gua juga mulai keras gara2 kocokan dia

KRRRINNNNGGGGG……… Udah mau copot jantung kita berdua…… HP tante Sarah bunyi, langsung buru2 di angkat “halo…… Iya dik??? Ada apa??” ternyata dika kakak pacar gua mau ngabarin dia baliknya agak malem “oohhhhhh iya gpp, nanti kabarin aja yah” ngeliat kesempatan isengin tante Sarah, gua ngelus2 paha kiri dalem tante Sarahambil cium2in n gigit paha kanannya

“OOOOHHHHHH……… Hah?? Gpp dik… ini mami lagi sambil nonton film (bikin film kali yah? Haha)” tante bisik2 ke gua suruh stop “hihihiii ya udah yah dik… tadi si benny ada dating juga, skrg udah pulang jadi mami iseng nonton dvd jugAAAAAAAARRGGGGGHHHHHH” gua jilatin memek tante Sarah

“MMMMPPPPHHHHHHH……… udah yah dik dahhhh” langsung di tutup telpon nya n di buang ke tempat laen, tangan tante Sarah langsung nyosor ke kepala gua, jambak2 rambut n neken kea rah memek dia “hhhmmmmmmmm bennyyyyy kamu nakal banget yahhh??? Ahhhhhhhhhh enaknya bennnnn…… tante udah basah lagi nih…… busyet kamu pinter yah…… sssshhhssssss…… Ben tante minta yg kaya tadi lagi yah?”

“yang mana tante?” jawab gua “yang tadi kamu bikin tante kelojotan 2 kali itu loh” sambil tetep jilat2in memek tante Sarah, tangan ngelus2 paha n remes toket “udah lupa tante, coba di bilangin persisnya tante mau di apain sama saya?” sengaja gua pancing, pengen denger tante Sarah yang biasa nya santun jadi ngomong jorok “mmmmmm…… Iiihhhh kamu jahat n nakal yah…… Aahhhhhhhh…… Iya benny…… tante mau kamu ciumin… jilatin… Isepin… n gigitin clit tante…… sambil di masukin juga yah jari kamu ben”

napsu di ubun2 denger tante Sarah ngomong jorok, langsung gua kabulin permintaan dia “AAARRRRGGHHHHHHHH…… MMMMPPPPPPFFFFFFF……… AAAHHAAAHHHAHHHH…… IYA BENNNNNN…… GILLAAAA…… TERUSSSSSSSS” gua obok2, keluar masukin jari gua di memek tante Sarah yg udah basah sambil nyedot2 n gigit halus clit dia

“terus mau di apain lagi tante?” “aaaahhhhh…… aahhhhhh… ahhhhhhh masukin ben…… tante udah nga tahan” sengaja pengen ajak tante ngomong jorok lagi gua tanya (padahal sih ngerti lahhhhh) “masukin apa tante? Harus yg jelas ngomong nya kalo engga nanti saya brenti nih” goda gua……

“aaaaahhhhhhhh ahhhhhhhh enak nya bennnn…… kamu suka dengerin tante minta yang engga2 ke kamu yah??? Mmmmmmmm…… aaaahhhhhh…… Iyaaa…… masukin kontol kamu ke memek tante!!! Masukin kontol muda kamu yg gede n keras ke memek tua tante yang udah keriputan……!!! Masukin bennn…… !!! please…… Tante udah nga tahannnnn” pinta tante Sarah, yang skrg udah jadi tante binal

pelan2 ciuman gua mulai naek dari clit ke paha dulu…… ke perut… mampir di gunung kembar favorit gua…… ke leher n belakang kuping…… Kontol gua skrg udah di depan memek tante Sarah yang udah basah banget “mmmmppppffffff…… Ahhhhhhhhh… tante nga tahan ben…… ” Rupanya tante gua ini udah kesetanan nagih di setubuhin,

tangan tante Sarah langsung megang kontol gua, di arahin ke depan lobang memek n langsung di tuntun masuk pelan2…… “AAAAAHHHHHHHH……… ENAKNYA BENNNNN… GEDE BANGET KONTOL KAMU…… ” tangan tante dilepas n pelan2 kontol gua masuk ke lubang surga dia yang anget, basah, licin tapi masih nyengkrem udah masuk setengah jalan,

langsung gua teken keras2 sampe mentok sedalem2nya ke memek tante Sarah “AAAAAAAGGGGHHHHHHHHHH………… PELAN2 BENNNN…… SAKITTT………” punggung tante melengkung, mata dia kebuka lebar n langsung bibir gigir nya sendiri (seksi banget nih pas tante gigir bibir nya lagi napsu)

geliat tante Sarah tetep ke enakan meskipun dia teriak sakit, tapi gua kasih dia waktu buat nyesuain dulu, sambil gua nya juga nikmatin memek tante gua yang anget, basah n masih ngejepit sedikit (mungkin udah terlalu lama nganggur jadi masih belom kendor kali yah?) kontol gua tetep gua mentokin sampe ujung sambil gua goyangin pinggul gua dikit2 “HMMMMMMMMM……… SSSSSHHHHSSSS……… enak banget sih kontol kamu ben??? Gede begitu… sampe2 lubang tante penuh tuhhhhhh” tante maenin tangan nya di kepala gua sambil cium2 leher gua………

udah dapet tanda2 tante Sarah mulai naek lagi napsu nya n udah nga kesakitan lagi, mulai deh gua genjot pelan2 memek tante gua…… Di atas tante, gua mulai maju mundurin pinggul gua mulai nya pelan2 n nga terlalu jauh nyabut nya “aaaahhhhh…… mmmmmmmmmm…… iya benn…… Mmmpppffff…… Aaaggghhhhh…… ”

Kita tetep di posisi n speed ini kira2 5 menit, si tante udah mulai ke enakan tangan nya narik tangan gua ke toket dia minta di remes2…… “aaaaahhhhhhhhh aaaaahhhhhhhh sshssssshhhsssssss mmmmmmmmmm iya bennnnnn oooohhhhhhhhh enaknya kontol kamu…… Aaaahhhhhhhhhhh terus bennnnnnn tante udah mau sampe…… ”

Denger aba2 tante Sarah langsung gua genjot kenceng2 n sekali2 gua cabut nya jauh2 ampir keluar n gua tancepin lagi ke memek tante Sarahedalem2 n sekuat2 nya…… makin lama makin kenceng…… “AAAAAAHHHHHHH…… IYA BENNN…… OOOOHHHHH TERUSSS BENNN……… AAAUUUWWWWWW…… AAAHHHH…… MMMMPPPPFFFTTTTT…… GILLAAAAAAA…… BENNNNNN…… TANTE UDAH MAU SAMPE LAGIIII…… TERUS BENNNNNNN!!!!! YG KENCENG N KERAS BENNNNN…… AAHHHHHHHH” teriak tante Sarah…… 2 menit kemudian si tante nyampe lagi……

bibir nya di gigit keras2, punggung nya di angkat melengkung, tangan nya neken pantat gua ke memek dia sedalem2nya, matanya cuma keliatan putih nya doank sambil melenguh kenceng banget…… “BENNNNNNNYYYYY…… tante SarahAMPEEEEEE…… AAAAGGGGHHHHHH…… ENAKNYAAAAAA…… AAAHHHHHHH AMPUN BENNNNN……… OOOOHHHHHH…… MMMMPPPPPFFFTTT…… ”

Si tante masih nikmatin kepuasan dia, kontol gua yg masih kenceng n tanggung, langsung badan dia gua balik n gua suruh nungging…… “bennn?? Tante mau kamu apain lagi?? Tante nga kuat deh…… tante masih lemes barusan nyampe gara2 kontol kamu tuh” nga gua gubris…… kontol gua arahin ke memek tante n langsung mulai genjot lagi……

langsung speed medium, tante Sarah ternyata langsung ke enakan juga pas toket dia gua remes2 dari belakang sambil gua pacu tuh mesin tua…… : ) “aaaaaahhhhhhh bennnnnn…… Jahat deh kamu tante lemes nih…… mmmmmmmm…… Aahhhhhhh…… iya bennn…… aaaaahhhh…… ”

Denger tante Sarah cuma setengah protes doank gua tetep jalanin terus aja…… sambil gua sodok dalem2 memek nya, toket tante Sarah gua remes2, gua jilatin n cupangin leher n pundak dia…… sekali2 gua tampar pantat nya PLOKKK…… PLOKKKKK…… “aaaaawww aaaaahhhhh…… Ssssshhhhssss…… aaaawwwwww aaaaahhhhhhhh mmpppffftttt… iya bennnn…… terus bennnn…… Enak…… Oooohhhhhh ya ampun… enaknya… ”

“apa nya yg di terusin tante?? Ayo kasih tau yang jelasssss…… PLOOKKKKK” gua tanya n gua tampar lagi pantat tante Sarah, udah 3 menit nih di doggy, tante jawab nya setengah teriak “aaaaaaauuuuwwww…… aaaarrrggghhhh……… iya benn…… ssshhhssssssss ngentotin memek tante… memek tua tante yg keriputann… !!! Sssshssssss… aaaaahhhhhhh ngetotin tante pake kontol muda kamu yg gedeeeee!!! Aaaaaaahhhhhhhh”

tante Sarah udah mulai keliatan tanda2 mau nyampe lagi kalo udha ngomong nya binal n nga di pikir2 lagi, langsung aja gua genjot speed tinggi…… Ceplak ceplok ceplak ceplok suara kontol gua nge hantem memek tante Sarah yang udah basah banget sampe bulu jembut gua basah total…… speed ya gua naekin lagi soalnya gua udah mulai ngerasa mau nyampe juga…… Di kamar skrg cuma suaranya tante teriak2 ke enakan, gua tampar2 pantat tante yg bulet n suara kontol gua keluar masuk memek basah……

“AAAAAGGGHHHHH BEENNNNNNN CEPLAK CEPLOK CEPLAK CEPLOK… MMMMMMMMMMMMM AAAAWWWWWW PLOKKK…… BBBEEEENNN…… *tante noleh ke samping pala nya dongak ke atas sambil gigit bibir* TANTEEEEE……… AAAHHHHHHH TANTE MAU NYAMPE LAGIIII…… AAAAAHHHHHH BENNNNYYYYYYY TERUSSSS………”

Ngeliat pemandangan yang luar biasa, tante Sarah noleh ke samping dengan muka nya skrg super sensual, kulit badan nya yg mulus…… punggung nya melengkung…… tangan nya remes2 toket sendiri…… Mata terpenjam bibir di gigit sambil mendesah saat terbuka Gua sendiri juga udah mau sampe n mulai nge genjot memek tante Sarah sedalem2, sekeras2 n sekenceng2 nya………

“tante SarahAMPE BEEEEEENNNNN…… AAAAAARRRRGGHHHHHHHH GILLLAAAA……… TANTE NYAMPEEEEE… OOOOOHHHHHHHHH……… SSSSSHHHSSSSS…… MMMMPPPPFFTTTTT…… AAAAHHHHHHHHHHH” “iya tanteeeeee benny juga udahhhh mau sampe”

Genjotan terus2an gua dorong tuh kontol ke memek tante Sarah sedalem2 nya yang udah basah…… Nga peduli tante udah nyampe soalnya gua juga tinggal dikit lagi…… “AAAAHHHHH TANTE…… BENNY UDAH MAU SAMPE TANTE… ”

“AAAHHHHHHHH BEEEENNNNNNNN…… GILLLAAAAA…… ADUH TANTE MAU NYAMPE LAGI BEEENNNN…… AAAAAHHHHHH SSSHSSSS… MMMMPPFFFTTTTTT BUSYETTTTTT BEEENNN……… TANTE NYAMPEEEEE LAGIIIIIII……!!!!!”

Akhirnya gua nyampe barengan tante kali ini “AAARRRGHHHHHHH BENNY SAMPE TANTEEEEEEEEEE” “AAARRRRRGHHHHHHHH IYA BEEENNNNN…… OOOHHHHHH SSSHSSSSSSSSSSSS” sperma gua nyembur keluar ke dalem memek tante Sarah pas gua dorong sampe mentok……

posisi dari doggy skrg tante udah nga kuat kaki nya n ambruk di posisi tengkurep, kontol gua masuk di dalem memek dia, sambil gua ciumin leher dia “aaaaaaahhhhhhhh bennnnnnn enak nyaaaaaaaa…… Mmmmmmppppffffffff…… Sssshhhhhsssssss……… gila deh kamu…… Tante barusan nyampe 2 kali sekaligus lohhhhhhh…… ssshsssssssss…… enaknyaaaa…… ”

Gua cabut kontol dr memek tante Sarah n kita baringan samping2an sambil cium2an “bennn kamu hebat deh… tante jadi ketagihan nih…… tante boleh minta jatah lagi kan yah??”

Gua cium bibir tante dalem2 “boleh donk…… Kalo saya lagi kepengen, boleh minta tante juga nga? Tante cakep banget, memek tante enak banget sih…… anget… masih ketat juga yah” tante cuma kesipu2 aja sambil manja2an n ngejawab

“boleh donk bennn kapan pun kalo kamu mau tante bersedia…… Pokoknya tubuh tante ini milik kamu… mau kamu apain kapan pun juga boleh…… tante yg seneng kamu mau ngewein calon mertua kamu yang udah tua dan keriputan ini”

Sambil gua lihat muka tante Sarah yg cantik ini, toket nya gede n bodi nya yang mulus n ranum itu gua cuma ciumin bibir dia dengan hangat sambil bersorak2 dalam hati Setengah jam kami bermesra2an sambil bugil di tempat tidur dan gua udah harus balik takut dika lebih duluan pulang……

Setelah kejadian itu gua dan tante Sarah terus mengulangi perselingkuhan kami.



Senin, 20 Maret 2017

Merelakan Tubuhku Dimainkan Tante Penagih Hutang

Domino 99 BandarQ Domino QQ Poker Online Teraman dan Terpercaya
Nаmаku Bambang uѕiаku ѕеkitаr 25 tаhun, аku ingin mеnсеArumkаn реngаlаmаnku ѕааt реrtаmа kаli аku mеlераѕ kереrjаkааnku. Sоrе itu аku ѕеdаng tiduBang didераn tv kеtikа ѕеоBangg dаtаng kе rumаhku. ѕааt kubukа рintu.. kulihаt ѕеоBangg wаnitа ѕеkitаr uѕiа 32 tаhunаn dаn mеnаnуаkаn “ibunуа аdа dеk”?…
lаlu аku mеnjаwаb “mааf, tаntе ѕiара уа ?
Sаmbil tеrѕеnуum diа bеrkаtа ” ѕауа tаntе Arum, tеmаnnуа ibu kаmu dаri bеkаѕi”
Bеntаr уа tаn, аku раnggil mаmа dulu” bаlаѕku

Itulаh аwаl mulа реrkеnаlаnku dеngаn tаntе Arum, уаng bеlаkаngаn ini аku bаru kеtаhui bаhwа diа аdаlаh Rеntеrnir. Hаri dеmi hаri tеruѕ bеlаlu, ѕеmаkin ѕеring аku jumра dеngаn tаntе Arum. kаrеnа hаmрir ѕеtiар hаri iа ѕеlаlu dаtаng kеrumаhku untuk mеnаgih сiсilаn hutаng.

Hinggа ѕuаtu hаri, minggu раgi аku bаngun dаri tidur ѕаmbil mеnikmаti ѕесаngkir tеh mаniѕ hаngаt. Aku mеndеngаr lаngkаh kаki ѕеѕеоrangg mеnuju рintu dераn rumаhku, bеlum ѕаjа diа mеngеtuk рintu, dаn рintunуа ѕudаh kubukа..

Aku : “еhh.. аdа tаntе, саri ibu уа” ?
Tаntе Arum : iуа,mаѕih dirumаh ngаk? tаntе udаh kеѕiаngаn nih… kаrеnа tаdi tаntе bilаng jаm 10 mаu kеѕini, ѕеkаBangg ѕudаh jаm 11 lеbih”
Aku : Mаmа lаgi аntаr аdik2 tuh kе ѕеkоlаh, аku аjа bаru bаngun nih tаn… tunggu аjа kаlаu mаu”
Tаntе : Oоh уа ѕudаh tаntе tunggu ѕаjа di ѕini
Sеtеlаh kuреrѕilаhkаn duduk, аkuрun kе ruаng dарur mеmbuаtkаn minumаn untuknуа…
Tаntе : Wаh rероt-rероt kаmu Bang.. kаlо tаntе hаuѕkаn biѕа аmbil ѕеndiri..”
Aku : gаk ара-ара kоk tаn…
Tаntе : Oh iуа kаmu ѕеndiriаn dirumаh?
Aku : iуа nih tаn, bаru аjа аku bаngun dаri tidur, tаu-tаunуа udаh gаk аdа ѕiара-ѕiара di ѕini.
Tаntе : оh gitu… kоk kаmu ѕеndiri gаk kеluаr mаin ?
Aku : ngаk tаn, kаlаu аku ѕеring di rumаh аjа nоntоn tv
Tаntе : ngаk расаran Bang ? еh ngоmоng-ngоmоng udаh рunуа расаr bеlum ?
Aku : hеhеhе… mаѕih jоmblо tаn. Mааf tаn,, реrmiѕi ѕеbеntаr аku mаu mаndi dulu.
Tаntе : Wааh kаmu bеlum mаndi dаri tаdi? ih раntеѕаn bаu ngаk wаngi bаdаnmu, gаntеng-gаntеng kоk jоrоk bеlum mаndi ара mаu tаntе уg mаndiin biаr bеrѕih ? (“ѕаmbil ѕеnуum nаkаl”)
Aku : Ah tаntе biѕа аjа… уа ѕudаh аku реrgi mаndi dulu уа tаn…” tарi bеlum ѕеmраt аku tеgаk bеrdiri dаri tеmраt dudukku, tаngаn tаntе Arum lаngѕung mеnаrik tаngаnku..
Tаntе : “ѕеbеntаr ѕini Bang..tаntе gаk bеrсаndа kоk, mаu nggаk tаntе mаndiin !!! kаlаu tаntе mаndiin еnаk lоh..bеnеran Bang dеh gаk bоhоng”
Sеkеtikа itu jugа jаntungku bеrdеtаk kеnсаng, mukаku mеnjаdi ѕеmu mеrаh kеtikа tаntе Arum mеlеtаkkаn tаngаnnуа di аtаѕ раhаku..
Tаntе : Hауоlаh.. Tаntе jаnji gаk bаkаlаn cerita ѕаmа ѕiара-ѕiара kоk.. kаmu tidаk реrlu tаkut, rаѕаnуа еnаk kоk… Sini dеh” tаngаn tаntе Arum mеnаrik tubuhku, ѕеrауа mеnуuruhku untuk duduk lеbih rараt di dеkаtnуа .
Aku mеnjаdi biѕu tаk dараt bеrbuаt ара-ара kеtikа tаngаn mеmеgаng bаtаng реniѕku dаn mеrеmаѕ-rеmаѕ bаtаng реniѕku.
Aku : Aаhhhh.. Tаn” ѕаmbil mеndеѕаh kееnаkаn kеtikа tаntе Arum mеmаinkаn bаtаng реniѕku
Tаntе : Jаngаn раnik, tеnаng аjа” biѕik tаntе Arum ѕаmbil mеngigit dаun tеlingаku ѕеrtа turun mеnjilаti lеhеrku, аkuрun mеndеѕаh lаgi kеtikа tаntе Arum mеnghiѕар реntil ѕuѕuku.
Aku : Tаn…. Arrgghhhhhh… Hhmmm….

Kеmudiаn kераlа tаntе Arum mulаi turun mеnjilаti реrutku, dаn аku mаkin gаk tаhаn kеtikа kераlа tаntе Arum mеngulum bаtаng реniѕku, аku hаnуа biѕа mеndеѕаh kееnаkаn tаnра biѕа mеnоlаk араlаgi mеmbеrоntаk.

Sааt tаntе Arum ѕеdаng аѕik mеnghiѕар bаtаng реniѕku, kеmudiаn tаntе Arum mulаi mеmbukа ѕеluruh bаju dаn rоk mininуа. Ini mеnjаdi mоmеnt уаng indаh kеtikа аku mеlihаt tubuh ѕеmоknуа, dаn рауudаBangуа уаng аduhаi.

Tаntе : Sini Bambang ѕауаng.. Kаmu jilаtin kliѕtоriѕ ini уа” ѕаmbil mеndоrоng kераlаku kеаrаh bibir vаginаnуа.
Di ѕааt аku ѕеdаng аѕik-аѕiknуа mеnjilаti kliѕtоriѕ tеrdеngаr jеArumn kесil dаri mulut tаntе Arum.
Oооhhh…. Arrgghh… tеruѕin Bambang ѕауаng… Tеruѕ jilаtin уаng kliѕtоriѕ itu, Tеruѕ… Tеruѕ… Oоааааhhhh… ! Dеѕаh tаntе Arum
“Sеtеlаh lumауаn рuаѕ mеnjilаti bibir vаginаnуа”
Tаntе : kаmu hеbаt bаngеt Bang” kеmudiаn tаntе Arum mеmbukа lеbаr kеduа kаkinуа ѕаmbil mеnаrik реniѕku… Sini ѕауаng, mаѕukin kе ѕini !!!

Arrgghhh… tеrdеngаr kеmbаli dеѕаhаn tаntе Arum, kеtikа реniѕku mаѕuk kе dаlаm lubаng vаginаnуа, ѕаmbil kеduа tаngаnnуа tеruѕ mеndоrоng dаn mеnаrik bаgiаn раntаtku dаn tаntе Arum tеruѕ mеngеBangg

Oоооhh Bambang… tеruѕ ѕауаng… Aаrrrrgggggg !!!

Sеmаkin lаmа gеrаkаn mаju mundurku ѕеmаkin hеbаt. Sеhinggа mеmbuаt tаntе Arum bеrgаirаh hеbаt. Tаk lаmа tаntе Arum mеmintаku mеnаrik реniѕ untuk bеrubаh роѕiѕi. Kаli ini аku bеrроѕiѕi tidur tеrlеntаng dеngаn bаtаng реniѕ уаng tеtар mеnоnjоl kе аtаѕ. SеkаBangg tаntе Arum уаng mеmеgаng kеndаli реrmаinаn.

Di rеmаѕnуа kеmbаli bаtаng реniѕku ѕаmbil di ѕероngnуа. Aduhhh mulutnуа ѕереrti lubаng mеmеk уаng аdа lidаhnуа. Diа mulаi mеngаrаhkаn реniѕku hinggа tераt di bаwаh bibir vаginаnуа, Sеlаnjutnуа diаlаh уаng bеrgеrаk turun nаik ѕаmраi vаginаnуа mеngеluаrkаn реlumаѕ liсin.

Oоооhh Ah…. Enаk bаngеt tеrаѕа hаngаt реniѕku Tаn,

Sаmbil mеrаѕаkаn kеnikmаtаn itu, ѕеѕеkаli аku mеrеmаѕ-rеmаѕ рауudаrа Tаntе Arum. Jikа diа ѕеdаng mеnundukаn kераlа аku biѕа mеnсium buаh dаdаnуа, ѕаmbil mеnjilаti lеhеrnуа tаntе Arum.

“Arrgghhh Ouuhhh.. Bang рunуаmu оkе jugа ! uсар tаntе Arum
“Juѕtru рunуа tаntе уаng lеbih оkе ! bаlаѕku
Tаntе Arum ruраnуа ѕеmаkin kе еnаkаn, gоуаngаn turun nаiknуа mаlаh ѕеmаkin kеnсаng. Aku mеrаѕаkаn vаginаnуа mulаi kеbаnjiBang, саiBang уаng kеluаr dаri vаginаnуа tеrаѕа hаngаt араlаgi bаtаng реniѕku tеrаѕа di jерit dеngаn dеnуut-dеnуutаn bibir vаginаnуа уаng nikmаt.

Tаn, аku mаu kеluаr nih, udаh ngаk tаhаn lаgi.. kutаrik реniѕku kеluаr lаlu ku ѕеmburkаn kе bаgiаn реrutnуа. аku mеrаtаkаn ѕреrmаku dеngаn ujung реniѕku. Sаngаt nikmаt rаѕаnуа ѕааt ujung реniѕku di jilаti tаntе Arum. kеmudiаn diа mеmbiаrkаn аku tеrkараr lеmаѕ diаtаѕ tubuh ѕеmоknуа itu.

Tаntе : Hеhеhе… kаmu jаgоаn Bang, ѕаmbil mеnсiumi bibirku…” Tаntе jаnji ngаk аkаn bilаng ѕаmа orang lаin. Kаmu ngаk uѕаh tаkut kаrеnа ini mеnjаdi rаhаѕiа kitа bеrduа.

Sеtеlаh kеjаdiаn раgi itu, kаmi ѕеring mеlаkukаn hubungаn bаdаn jikа аdа kеѕеmраtаn di tеmраt уаng bеrbеdа. Tаntе Arum mеngаjаriku bеrmасаm gауа.. dаri fоrерlау, mеnjilаti kliѕtоriѕ аgаr wаnitа tеBanggѕаng dаn ѕеtеruѕnуа. dаn ѕеtiар kаli аku mеnсараi оrgаѕmе, tаntе Arum ѕеlаlu mеnуuruhku untuk mеngеluаrkаn ѕреrmа di dаlаm vаginаnуа.

diа bilаng lеbih grеgеt rаѕа nikmаtnуа, bаhkаn tеrkаdаng diа mеnуuruhku untuk mеngеluаrkаn di mulutnуа аgаr diа biѕа mеnеlаn ѕеluruh аir mаniku уаng mаniѕ kаtаnуа. kаlаu mаniѕ itu rаѕа brоndоng” tаmbаhnуа.

Dеngаn реrlаhаn kеhiduраn еkоnоmi kеluаrgаku mеmbаik. Tаntе Arum ѕеlаlu mеmbеrikаn аku uаng уаng iа bеrikаn kераdаku, ѕеlаin itu diа mеmеnuhi ѕеgаlа mасаm kеbutuhаn hiduрku. ѕереrti mеmbеli mоtоr, bаju, сеlаnа dаn lаin-lаin. mаlаh tаhun bаru kеmаrin diа mеmbеriku uаng 5jutа di dаlаm аmрlор.



Minggu, 19 Maret 2017

Kakakku Yang Selalu Bersedia Memberikan Perhatian

Domino 99 BandarQ Domino QQ Poker Online Teraman dan Terpercaya

Semuanya bermula sejak aku dikirim ke Medan untuk menemani pamanku yang tinggal sendirian ditinggal meninggal oleh istrinya. Memang sejak kecil, aku sudah sering berpindah tempat. Sekolah Dasar, aku lewati di Bandung, SMP, aku lalui di Balikpapan, dan SMA di Medan.

Aku tidak tahu alasan orangtuaku yang memperlakukanku begitu. Aku punya asumsi mereka kurang menerima kehadiranku, aku benci mereka semua. Tapi tidak dengan kakak perempuan ku, Mira (Mira kakak perempuan ku yang nomor 2, dan kakak satu-satunya, aku punya satu adik perempuan, dan dua saudara laki-laki).

Aku sangat menyayangi Kak Mira, karena dia sangat pengertian, mau menghibur hatiku yang sering kalau rinduku sangat menggebu, karena kami sangat jarang bertemu. Sewaktu aku dikirim ke Medan, dia melanjutkan kuliah ke London. Kami kembali bertemu di Jakarta sewaktu aku tamat SMA, dan dia kembali dari London untuk persiapan pernikahannya.

Tiga bulan kami banyak bersama, tapi dasar Kak Mira yang sangat pengertian, dia malah bukan mengurusi pernikahannya, eh malah mengurusi aku. Kami banyak bersama, aku sangat menyanginya. Saking sayangnya dia pernah menciumku, tapi tanpa sadar aku membalasnya dengan mencium bibirnya, dia memelukku dengan hangat.

Tapi aneh kurasakan, dia tidak menolaknya, malah mulai memainkan lidahnya di mulutnya. Hmmm, sungguh indah saat itu. Tanpa sadar aku mulai meremas payudaranya yang besar menantang.

Dia mulai menjerit lirih. Dari bibir, ciumanku turun ke lehernya, lama aku bermain di sana. Kak Mira menekan kepalaku seolah menuntunku untuk menciumi dadanya. Aku mulai nekat, membuka bra-nya dan muncullah pemandangan yang sangat indah.

Mula-mula kuciumi ketiaknya, sementara tangan kiriku meremas bukit tanpa pelapis itu. Ciumanku berpindah ke payudaranya. Kucium perlahan pangkalnya, dia nyeletuk, “Ah.. Andre, nikmat sekali…” lalu kuciumi putingnya yang merah merekah. Ah, nikmat sekali waktu itu. Kami melakukannya hampir satu jam, sampai kami sama-sama sadar.

Kejadian itu terhenti begitu saja setelah tiga bulan menikah. Kami kembali melakukannya. Saat itu kutahu Kak Mira kurang bahagia, karena setelah bulan madunya yang 2 minggu, suaminya harus kembali ke Pekanbaru. Tinggallah kakak perempuan ku sendirian.

Suatu malam, aku menemaninya menonton Drama di TV. Saat itu kembali dia memelukku, kami saling berciuman mesra sekali. Malu-malu aku mulai membuka pakaiannya. Dia membiarkan saja, bahkan mulai mengusap permukaan resleting celana panjangku dengan sangat bernafsu.

Aku makin gemas dan bernafsu melihat tingkahnya, pakaiannya kupreteli sampai lembar terakhir. Tanganku meraih pinggulnya yang seksi dan kudekatkan ke arahku. Mukaku persis di depan selangkangannya sehingga aku dapat melihat gundukan bukit kemaluannya tepat didepan mata.

Aku semakin tak sabar, aku memandang ke atas dan Kak Mira menatapku sambil tetap tersenyum. Wajahnya tampak memerah menahan malu. Tanpa aba-aba dariku Kak Mira menganggukan kepalanya perlahan, seolah mempersilakanku memmainkan kemaluannya.

Dengan gemetar jemari kedua tanganku kembali merayap ke atas menelusuri dari kedua betisnya yang mulus terus ke atas sampai kedua belah pahanya yang putih mulus tanpa cacat sedikitpun. Halus sekali kulit pahanya dan begitu seksi dan padat. Aku mengusap perlahan dan mulai meremas.

“Oooh…” Kak Mira merintih kecil, kemudian jemari kedua tanganku merayap ke belakang, kebelahan bokongnya yang bulat. Aku meremas gemas di situ. Aahh… begitu halus, kenyal dan padat. Tiba giliran lagi aku berhadapan dengan lubang kemaluannya.

Sejenak aku berhenti, menikmati pemandangan itu. Bau alat kelaminnya langsung menyergap hidungku. Mmmm… harum. Kini terpampanglah sudah daerah “forbidden” itu, menggembung membentuk seperti sebuah gundukan bukit kecil mulai dari bawah pusarnya sampai ke bawah di antara kedua belah pangkal pahanya yang seksi.

Sementara di bagian tengah gundukan bukit kemaluannya terbelah membentuk sebuah bibir tebal yang mengarah ke bawah dan masih tertutup rapat menutupi celah liang kemaluannya. Dan di sekitar situ aku mengagumui bulu-bulunya yang seperti kawanan domba di bukit.

Aku hanya bisa melongo menyaksikan keindahan bukit kemaluannya dan tanpa terasa kedua tanganku sampai gemetar menyaksikan pemandangan yang baru pertama kalinya ini. “Oohh.. Kak Mira… indahnya…” Hanya kalimat itu yang sanggup kuucapkan saat itu. Selanjutnya aku masih melongo menikmati keindahan surga dunia milik kakak perempuan ku, Mira.

Bau yang keluar dari alat kelamin miliknya membuat hidungku jadi kembang kempis menikmati aroma aneh namun terasa menyenangkan buatku. Aku mulai menciumi pahanya yang mulus, sementara tanganku sibuk mengusap-usap pahanya yang lain. Tangannya meremas rambutku sambil berteriak kenikmatan. Ciumanku mulai naik ke selangkangannya.

Kak Mira tidak sabaran, dia menuntun kepalaku ke arah kemaluannya, aku hanya menuruti. Kuciumi kemaluannya, remasannya mulai keras, apalagi saat lidahku bermain di klitorisnya. Aku tak puas juga, aku mengisapnya sekuatnya, mungkin ciuman di lubang kemaluannya itu berlangsung lebih dari 15 menit.

Kembali aku memandang ke wajahnya, walaupun wajahnya sedikit memerah karena malu. Ia berusaha untuk tetap tersenyum. Dadanya terlihat sangat menonjol. Alamak! Buah dadanya itu ternyata memang berbentuk bulat, ukurannya 34B, warnanya putih bersih, putingnya tampak berwarna merah muda kecoklatan.

Aaah… cantiknya kakak perempuan ku ini apalagi kalau sedang telanjang bulat seperti ini, “Kak…” bisikku lirih. Batang kemaluanku semakin berdenyut tak karuan. Lalu Kak Mira mengulurkan kedua tangannya kepadaku mengajakku berdiri lagi.

Kini rasanya kami seperti Adam dan Hawa saja. Bertelanjang bulat satu sama lain seperti kaum nudis saja. “Aku tahu, kamu tidak pernah bahagia, aku ingin membahagianmu, dengan cara apapun itu.. kini nikmatilah!” bisiknya mesra.

Aku merangkul tubuhnya yang telanjang merasa terharu. Badanku seperti kesetrum saat kulitku menyentuh kulit halusnya yang hangat dan mulus apalagi ketika kedua payudaranya yang bulat menekan lembut dadaku yang bidang. Aaah, aku merintih nikmat. Jemari tanganku tergetar saat mengusap punggungnya yang telanjang.

Begitu halus dan mulus, aku tak sanggup menahan gejolak nafsuku. Aku tak tahan lagi, aku menyetubuhinya. “Aahh… Kak, kita lakukan di kamar yuk!” bisikku tanpa malu-malu lagi. Kak Mira tersenyum dalam pelukanku. “Terserah mau melakukannya dimana,” sahutnya mesra.

Dengan penuh nafsu, aku segera meraih tubuhnya dan kugendong ke dalam kamar. Saat itu aku sempat melirik jam dinding ruangan, sudah hampir pukul 12:00. Kurebahkan tubuhnya yang telanjang bulat itu di atas kasur busa di dalam kamar tengah. Suasana dalam kamar kelihatan sangat romantis (maklum kamar pengantin baru).

Jantungku berdegup kencang saat kunaiki ranjang dimana tubuh Kak Mira yang telanjang berada. Ia memandangku tetap dengan senyumnya yang manis. Aku merayap ke atas tubuhnya yang bugil dan menindihnya. Aku tak sabar ingin segera memasuki tubuhnya. Aku merasakan kehangatan saat kulitku bersentuhan dengan kulitnya yang halus mulus.

Buah dadanya kelihatan sangat kencang dan bundar dengan puting-putingnya yang kemerahan sangat menawan hatiku, namun kutahan sementara keinginanku untuk menjamah buah terlarangnya itu. “Ah…” ia hanya melenguh pasrah saat aku setengah menindih tubuhnya dan batang kemaluanku yang tegang itu mulai menusuk celah bukit kemaluannya, mencari liang kemaluannya.

Kurasakan bukit kemaluannya terasa lunak dan hangat. Aahh… tanganku tergetar saat kubimbing alat vitalku mengelus bukit kemaluannya yang empuk lalu menelusup di antara kedua bibir kemaluannya. “Pelan-pelan Ndree…” bisiknya pasrah. Lalu dengan jemari tangan kananku kuarahkan kepala kemaluanku yang sudah tak sabar ingin segera masuk.

Kak Mira memeluk pinggangku mesra, sementara kulihat ia memejamkan kedua matanya seolah menungguku yang akan segera memasuki tubuhnya. Aku mencari liang kemaluannya di antara belahan bukit kemaluannya yang lunak. Aku tak dapat melihat celah kemaluannya karena posisi tubuhku yang memang tak memungkinkan untuk itu namun aku berusaha untuk mencari sendiri.

Kucoba untuk menelusup celah bibir kemaluannya bagian atas namun setelah kutekan ternyata jalan buntu. “Agak ke bawah… aahh kurang ke bawah lagi, mmm… yah tekan di situ Ndre… aaawwww pelan-pelan… sakiit…” Kak Mira memekik kecil dan menggeliat kesakitan, namun segera kupegang pinggulnya agar jangan bergerak.

Akhirnya aku berhasil menemukan celah kemaluannya itu setelah kakak perempuan ku itu menuntunku. Aku pun mulai menekan ke bawah, “Hhgkghh…” kepala kemaluanku kupaksa untuk menelusup ke dalam liang kemaluannya yang sempit. Terasa hangat dan sedikit basah.

Kukecup bibirnya sekilas, lalu aku berkonsentrasi kembali untuk segera dapat membenamkan batang kemaluanku sepanjang 16 cm itu seluruhnya ke dalam liang kemaluannya. Kak Mira mulai merintih dan memekik-mekik kecil ketika kepala kemaluanku yang besar mulai berhasil menerobos liang kemaluannya yang sangat-sangat sempit sekali.

“Tahan Kak… Kak masukkan lagi! Hhgghh… ahhh sempit sekali Sayang aahhh…” erangku mulai merasakan kenikmatan dan “Sssrrtt,” kurasakan kepala batang kemaluanku berhasil masuk dan terjepit ketat sekali dalam liang kemaluannya.

“Aaawww…” teriak Kak Mira memelas, tubuhnya menggeliat kesakitan. Aku berusaha menentramkannya sambil kukecup mesra bibir mungil yang basah merekah dan kulumat dengan perlahan. “Mmmm… cuupp… cuupppp.”

Lalu… “Hhhgghh.. tahan sayang! kutekan lagi yaah…” bisikku di antara rasa pedih dan nikmat karena jepitan liang kemaluannya itu begitu ketat seolah-olah kepala batang kemaluanku diremas oleh sebuah daging yang sangat kuat cengkeramannya, walaupun terasa hangat dan lunak. Mmmm… nikmatnya saat batang kemaluanku menggesek celah kemaluannya.

“Hhhh… liang kemaluan Kakak masih sangat sempit.”
“Kemaluanku sakit… ” erang Kak Mira lirih.
“Yahh… kita tahan dulu, mungkin pemanasannya kurang lama…” bisiknya bernafsu.

Segera kurebahkan badanku di atas tubuhnya dan memeluknya dengan kasih sayang. “Aahhh…” aku menggelinjang nikmat merasakan kehangatan dan kehalusan kulitnya. Apalagi saat dadaku menekan kedua buah payudaranya yang montok rasanya begitu kenyal dan hangat. Puting-puting susunya terasa sedikit keras dan lancip.

Mmm… mmm… kemudian kurasakan pula perut kami bersentuhan lembut dan yang paling merangsang adalah saat batang kemaluanku yang kucabut tadi kini menekan nikmat bukit kemaluannya yang empuk. Ingin rasanya aku mencoba untuk memasuki liang kemaluannya lagi dan mengeluarkan air maniku sebanyak-banyaknya di dalam situ, tapi aahh… aku tak ingin hanya diriku saja yang merasakan kenikmatan.

Aku ingin mencumbunya ini dulu, mengulum bibirnya, meremas dan mengenyot-enyot kedua buah payudaranya, dan terakhir akan kucumbu seluruh tubuhnya dari atas sampai ke kaki, kukecup dan kucumbu alat kelaminnya, kujilati bibir kemaluan dan klitorisnya sampai Kak Mira merasakan kenikmatan seks sesungguhnya dan orgasme sepuasnya.

Ia memandangku dari jarak yang kurang dari 10 senti dan tertawa renyah, “Mmmm… Kakak bahagia sekali bersamamu seperti ini…” Belum sempat ia selesai ngomong, aku sudah melumat bibirnya yang nakal itu. Kak Mira membalas ciumanku dan melumat bibirku dengan mesra.

Kujulurkan lidahku ke dalam mulutnya dan Kak Mira langsung mengulumnya hangat, begitu sebaliknya. Semua terasa indah. Kurayapkan jemari tangan kiriku ke bawah menelusuri sambil mengusap tubuhnya mulai pundak terus ke bawah sampai ke pinggulnya yang hangat padat dan kuremas gemas.

Ketika tanganku bergerak ke belakang ke bulatan bokongnya yang bulat merangsang, bersamaan dengan itu aku mulai menggoyangkan seluruh badanku menggesek tubuh Kak Mira yang bugil terutama pada bagian selangkangan dimana batang kemaluanku yang sedang tegang-tegangnya menekan gundukan bukit kecil milik Kak Mira yang empuk.

Kugerakkan pinggulku secara memutar sambil kugesek-gesekkan batang kemaluanku di permukaan bibir kemaluannya yang empuk sambil sesekali kutekan-tekan nikmat. Kak Mira ikut-ikutan menggelinjang kegelian, namun ia sama sekali tak menolak walaupun beberapa kali kepala batang kemaluanku yang tegang salah sasaran memasuki belahan bibir kemaluan, seolah akan menembus liang kemaluannya lagi.

Ia hanya merintih kesakitan dan memekik kecil kalau aku salah menekan. “Aawww… saakiit…” erangnya membuatku makin terangsang saja. “Aahhh… ssshhh…” aku melenguh keenakan. Setan-setan burik di belakangku semakin gila berjoget dangdut, seolah bernyanyi “Hangat terasa, terlena…”.

Beberapa menit kemudian setelah kami puas bercumbu, bibirku menggeser tubuhku ke bawah sampai mukaku tepat berada di atas kedua bulatan payudara yang bundar bak buah apel. Kini ganti perutku yang menekan bukit kemaluannya yang empuk itu. Woow… enakk. Jemari kedua tanganku secara bersamaan mulai menggerayangi “Gunung Fuji” miliknya itu, seolah hendak mencakar kedua payudaranya.

Kelima jemari masing-masing tanganku kurenggangkan satu sama lain dan membentuk seperti cakar burung dan aku mulai menggesekkan ujung-ujung jemariku mulai dari bawah payudaranya di atas perut terus menuju gumpalan kedua buah dadanya yang kenyal dan montok.

Kak Mira merintih dan menggelinjang antara geli dan nikmat. “Mm.. mmm… iih geli…” erangnya lirih.

Jumat, 17 Maret 2017

Tante Marie Meminta Jatah Denganku

Domino 99 BandarQ Domino QQ Poker Online Teraman dan Terpercaya
Ah, lega rasanya, setelah hampir setahun penuh berkutat dengan pelajaran, akhirnya aku dapat menyelesaikan Ujian Akhir Sekolahku dengan baik,yah walau pun aku tak berani menjamin aku dapat nilai tinggi pada ujian itu, yang penting semua telah berlalu dan aku sekarang bebas

Nafsuku juga sudah tak tertahankan lagi, selesai ujian aku langsung mencari “istri-istriku” tapi mereka semua menghilang entah kemana, katanya sih pergi hura-hura, bahkan Putri, yang biasanya tak pernah menolak pun, dengan memelas mengatakan malam ini ia tak bisa karena besok harus pergi ke luar kota utuk mendaftar di universitas

“Ya sudahlah” batinku dalam hati, dan aku sangat bersyukur saat teman-teman kostku yang umumnya sudah kuliah mengajak hang out di kafe sambil nonton live band Tak apalah, toh aku sudah lama tidak jalan bareng mereka, maklum, semenjak nilai kelulusan UAN dipertinggi, aku seketika jadi kutu buku yang terus belajar

Akhirnya dengan sedikit malas-malasan aku mandi, berpakaian seadanya lalu pamit pada Ibu kos yang masih saudara jauhku, lalu tanpa terasa, akibat obrolan akrab yang rileks, akhirnya kami sudah mengambil tempat di salah satu meja di kafe tersebut Aku masih sangat asing dengan kafe tersebut, karena mamang baru saja dibuka sewaktu aku sedang berkutat dengan soal-soal

Waktu terus bejalan, sampai tak terasa kami sudah duduk selama 2 jam di kafe itu, dan karena ini bukan malam minggu, kafe tersebut sudah lumayan sepi, dan kami sadari hanya kamilah saat itu yang masih menyandang status remaja, selain musisi band kafe tentunya

Lainnya merupakan orang kantoran yang sedang bersantai sehabis lembur, beberapa pasangan, yang semuanya berusia jauh diatas ku Tiba-tiba seorang pelayan kafe menghampiriku, dengan setengah bebisik ia menyampaikan sebuah pesan untukku

“Permisi mas, ini ada titipan” ujarnya sambil menyerahkan secarik kertas padaku
“Dari siapa mbak?”

“Maaf, dia menolak untuk diberitahu” jawab pelayan tersebut yang membuatku semakin penasaran, langsung saja aku buka memo itu

“MISCALL KE NO INI DONG 081********”

Seketika dahiku mengerut membaca memo itu, lalu karena penasaran aku langsung menghubungi nomor itu, setelah tersambung dan saat aku hendak bertanya siapa disana, tiba-tiba dia menutup teleponnya Penasaran aku mencoba menghubungi kembali, namun yang ada hubungan diputuskan sebelum tersambung

Setengan jengkel aku memasukkan hpku ke saku kembali, lalu kembali tenggelam dalam cerita seru teman-temanku, yang ternyata tidak tahu kejadian barusan Sedang asik-asiknya bercanda, tiba-tiba hpku berdering, lalu dengan segera aku melihat ke panel untuk mengetahui siapa yang menelepon, ternyata nomor yang tadi

“Hallo”
“Hai, sori yah mengganggu, tapi boleh kenalan ga`?”
“Ya boleh saja, tapi kamu dimana?”

“Lihat saja kearah jam 4″ lalu dengan refleks aku berbalik dan menemukan sesosok wanita sedang melambai kearahku

“Kesini dong”

Langsung saja aku mencuil lengan temanku dan mengatakan aku ingin ke toilet, dan akupun berjalan menuju wanita itu,dia mengenakan baju coklat dengan pundak terbuka serta celana jins dan tak pakai lama aku ketahui namanya ternyata Marie, dan yang membuat aku terkejuta adalah umurnya ternyata sudah mencapai 34, padahal dari tadi aku menyangka paling banyak dia berumur 25 tahun, cantik, menarik, dan kalau aku boleh bilang, seksi

Dan untuk menghormatinya aku merubah panggilan kakak menjadi tante marie Aku tak pandai menaksir tinggi berat dan tinggi tubuh seseorang, tapi aku amat tertarik pada kedua bukit kembarnya yang menjulang dan masih terlihat kencang

“Mand, kalo ngomong ma orang tuh, yang di perhatiin tu mukanya bukan toket nya” ujar tante marie di sela-sela omongan

“Astaga”kataku dalam hati

“Eh… sori tan, abis bagus banget si, gede, padet,asik kali yah kalo bisa ngeremes” ujarku spontan sambil pasrah apabila tante marie langsung menempeleng mukaku, karena berkata kurang ajar, tapi ternyata

“Eh jadi toket aku masih menarik yah” tanyanya sambil melirik ke toketnya, aku yang merasa dapat angin langsung melanjutkan

“Iya tante, masi bagus, tante pandai yah merawatnya”

Saat sedang asik-asik ngobrol, teman-temanku mencuil lenganku lalu mengajakku pulang, sekalian saja aku mengenalkan mereka pada tante marie, dan entah bagai mana sepertinya tante marie meyakinkan mereka kalau kami punya hubungan saudara dan sudah lama tak bertemu, temanku yang tadinya ingin mengajakku pulang jadi meninggalkan aku dengan tante marie, setelah tante marie meyakinkan dia yang akan mengantarku pulang

“Tapi kamu mo ngeremes toket tante, jadi ga` pa pa kan tante ngaku jadi saudara kamu” ujarnya seperti bisa membaca keherananku setelah teman-temanku pergi

“Eh… iya” jawabku agak grogi mendengar perkataan tante marie
“Hihihi… ko malah grogi si?”

“Eh… enggak ko tan, biasa aja, j…jadi mand boleh ngeremes ni tan?” kataku mencoba berkata selurus mungkin tapi aku yakin dan pasti suaraku seperti orang ketakutan, dan aku makin yakin pada hal itu saat mendengar tawa tante marie

“Hahaha… jangan grogi gitu dong, biasa aja”

“Yuk ah, kita pergi, kafenya juga dah mau tutup ni” kata tante marie lalu menarik tanganku keluar kafe dan langsung menuju parkiran

Akhirnya kami sudah berada dalam BMW m3 silver kepunyaan tante marie, lalu setelah memutar musik klasik di tape mobilnya ia dengan tiba-tiba menurunkan pundak bajunya sampai ke perutnya sehingga terlihatlah bh putihnya, tak pakai lama, bh itu sudah terlepas dan tergeletak begitu saja di jok belakang, aku hanya menelan ludah melihat sepasang tonjolan, lebih tepatnya gundukan besar di dadanya, menggantung tegak menjulangkan putting coklat muda di tengah-tengah gundukan itu

“Lho, ko cuma diliatin? Katanya mau ngeremes?” kata tante marie

Langsung saja aku menerkam gundukan nafsu itu dengan liarnya, yang membuat tante marie menjadi merintih-rintih seketika Seolah terpacu oleh sura rintihan itu, aku semakin liar menggarap toket itu, yang kanan ku jilati, kugigit puttingnya, sedang yang kiri aku tangani dengan tangan kiri, aku remas dengan lembut tapi penuh nafsu, sambil terkadang menjentil-jentil putingnya

“Sayang, sabar dulu yah, kita kerumah aku aja, kalo disini ntar kepergok lagi” ujar tante marie, dan aku pun menggauk tanda setuju, tapi aku tetap menahan tangan tante marie saat ia hendak membenahi bajunya, jadilah sementara tante marie mengemudi tanganku tetap mempermainkan toketnya itu

Tak lama, mobil tante marie sudah memasuki gerbang sebuah rumah besar di pinggir kotaku Bukan besarnya rumah yang membuatku terkejut, tapi aku sudah sangat kenal dengan rumah ini, karena aku sering menggarap Putri disini, ya, ini rumah keluarga Putri, dengan penuh tanda tanya aku menunggu tante marie membukakan pintu Setelah didalam, keterkejutanku belum hilang, dan tampaknya tante marie sadar akan hal itu, sehingga di berkata

“Kenapa? Kok heran sih? Ini memang rumah keluarga Putri”
“Em… tante nyewa disini yah?”

“Bukan, gini yah, aku ini simpananya papanya Putri, jadi aku dibuat seolah-olah ngontrak disini, pas kemaren kamu main ma PUtri disini aku juga liat ko, pasti kalian ngira rumah ini kosong kan? Waktu itu aku sudah ada dirumah ini” ujar tante marie menjelaskan panjang lebar

“Jadi tante liat aku dengan Putri… ”
“Semuanya!” kata tante Marie menegaskan
“Makanya aku jadi kepengen nyobain ma kamu, abis Putri keliatannya nikmat banget sih”
“Ah tante curang, tante dah liat aku tapi aku cuma dapet toket doang”

Selesai berkata begitu tante marie mendorongku ke sofa lalu memasang memasang musik

“Tenang aja sayang, aku ngajak kesini bukan cuma buat toketku aja”

Musik mengalun, irama dance mengiringi langakah perlahan tante marie yang mengeluarkan aura kesexyannya, bajunya yang tadi aku buka entah sejak kapan melekat kembali dibadannya Setelah tiba didepanku, ia menatapku menggoda, lama sekali rasanya sebelum ia mulai mengusap-usap selangkangannya dan mulutnya mengulum tanganya yang satu lagi, sambil sesekali memukul pantatnya

Saat yang dikirannya aku sudah panas berat, ia mulai bergoyang mengikuti irama dance, meliuk-liuk erotis, sambil memainkan pinggiran bawah bajunya, sesekali ia mengkat baju itu hingga perut mulusnya kelihatan Jantungku semakin cepat berpacu saat ia mengangkat baju itu dan mencampakkannya entah kemana, begitu juga dengan celananya sudah tak menutupi paha mulusnya lagi

Sekarang dengan hanya tertutupi oleh bh dan cd ia menari lebih liar, sehingga toketnya berguncang-guncang, sepeti hendak jatuh Akhirnya ia membalikkan badannya, lalu menungging persis di depan hidungku, dengan perlahan ia tarik kesamping penutup vaginanya sehingga memperlihatkan sorga bagi ****** pria

Sebelum lidahku mencapai vagina itu, ia menarik pantatnya Setelah menari sedikit lagi, tante marie menggapai pengait bhnya dibelakan, dan dengan satu hentakan bh itu seketika menjadi longgar dan toketnya seperti terloncat

Setelah bermain-main dengan toketnya sebentar, ia berjalan kearahku, lalu duduk di pangkuanku Sempat bertatap mata sebentar, ia menempelkan bibirnya ke bibirku, lalu dengan agresif meluamatnya Lidahnya mulai menyelinap ke dalam mulutku, lalu dengan tiba-tiba aku menyedot lidah itu sekuat tenaga, sehingga tante marie tersentak kaget, dan sebagai ekspresi kenikmatannya pantatnya digesek-gesekannya ke selangkanganku

Seketika konyol ku berdenyut dengan hebatnya, lalu mulai berevolusi menjadi senjata tempur Sepertinya tante marie merasakan desakan di pantatnya, sehingga ia turun dan mulai melepaskan resletingku, saat tanganya menyelinap di cd ku, ia menarik keluar ******ku yang hampir berevolusi sempurna itu

“Waduh, hebat banget, kamu masih kecil tapi ******nya dah gede gini, wah bulunya nyampe batang yah? asik ni, bakal nikmat” ujar tante marie tanpa bisa menghentikan ekspresi keterkejutannya Memang, akibat kebodohanku di waktu kecil dibatangku juga tumbuh bulu, tapi akhir-akhir ini, aku tahu bahwa itu membawa kenikmatan ekstra bagi vagina wanita, apa lagi bulu itu aku pangkas pendek, sehingga menjadi berdiri dan tajam-tajam, seperti kumis atau jenggot yang baru dicukur

Sementara itu tante marie keliahatan berkonsentrasi memasukkan ******ku ke mulutnya, ia hanya berani memasukkan sampai batas bulu batangku, mungkin dia tak dapat menahan geli-geli akibat bulu-bulu itu Sambil meremas-remas pelirku dengan lembut, ia menaik turunkan kepalanya di selangkanganku

Bosan dengan kevakumanku, tante marie membimbing ku kelantai lalu berbalik untuk posisi 69 Cd hitamnya kini terpampang di depan wajahku, dengan perlahan aku gosok tengah cdnya dengan jariku Seketika aku sudah melepaskan cd itu, dan kini terpampanglah vagina yang bersih dari bulu dihadapanku Aku telusuri belahanya dengan jariku lalu aku kuakkan celah itu sehingga memperlihatkan daging merah muda yang tersimpan dibaliknya

Tanpa menhiraukan bau khas vaginanya aku menjilatinya perlahan, sehingga tante marie yang sedang mengerjai ******ku mendesah-desah keenakan Ia mengangkat tubuhnya lalu pindah ke sofa Seakan memanasi aku, ia mengusap-usap vaginanya sambil medesah-desah

Tanpa disuruh aku langsung menerkam vagina itu, kali ini aku tak sungkan untuk berlaku liar pada vaginanya, sehingga kelembutan yang tadi aku tunjukan hilang seketika tante marie tampaknya terkejut akan perubahan itu, sehingga memaksa mulutnya megeluarkan desahan-desahan hebat, untuk mengekspresikan kenikmatan yang dia rasakan

“Uohh… sayang, enak sayang, terus… ya disitu” Ucapnya berkali-kali saat lidahku mengenai klitnya Terikan itu bagai penyemangatku untuk melakunnya lebih liar lagi, sehingga desahan itu semakin tak terkotrol lagi keluar dari mulut tante marie

“Ukh… sayang aku tak kuat lagi, masukkan sayang… sekarang”

Mendengar itu aku, langsung mengendurkan seranganku di vaginanya, dan hanya menciumi bagian dalam pahanya Menyadari hal itu, tante marie terlihat kecewa,

“Sayang, masukkan sekarang aku sudah ga kuat lagi” rintihnya setengah memohon

Aku yang memang menyukai keadaanya itu, seolah tak menghiraukannya Lalu tante marie terlihat kalap, ia berdiri lalu menidurkan aku di lantai, dan tanpa banyak tanya lagi, ia meraih ******ku lalu dengan setengah berjongkok ia menempelkan ******ku ke bibir vaginanya yang sudah basah itu, dengan sekali entakan,

Setengah ******ku menerobos liang vaginanya Lalu ia mencoba menekankan agar ******ku masuk lebih dalam, tapi saat bibir vaginanya menyentuh batas bulu batangku ia sontak menarik pantatnya, terlihat ia menggigit bibir bawahnya menahan kenikmatan Iba melihanya, aku raih tubuhnya lalu aku kecup bibirnya, sesaat sebelum aku hentakkan pantatku keatas aku peluk dia erat-erat sambil tetap menciumi bibirnya

“Mmph…” terdengar jeritan tertahan keluar dari mulutnya saat aku dorong pinggulku keatas, dan pinggulnya terlihat menegang Aku peluk di lebih erat, dan pantatnya aku tekankan kebawah sehingga ******ku sekarang sepenuhnya tersarung di vaginanya Aku renggangkan pelukanku, dan membiarkan tante marie menikmati bulu batangku di vaginanya

Tak lama, tante marie bangkit, dan mulai menggerak-gerakan pinggulnya, terasa bagai sengatan listrik kenikmatan itu menjalar di seluruh tubuhku Makin lama gerakannya semakin cepat dan liar, tak jarang ia menggoyangkan pinggulnya kekiri dan kekanan seakan ingin mereamas ******ku dengan vaginanya Sekian lama bergoyang kenikmatan sesaat menjelang keluarnya sperma mulai kurasakan, tapi tiba-tiba saja tante marie melenguh dan vaginanya meremas ******ku kuat

“Arghh… sayang aku dah keluarrrrr” teriaknya diiringi desakan air hasil orgasmenya di ******ku, toketnya yang besar itu jatuh menimpa dadaku setelah tubuhnya mengejang Aku biarkan dia menikmati keadaan ini sebentar, aku peluk dia sambil lehernya kukecup

Setelah tante marie tenang, dengan ******ku masih bersarang di vaginanya aku balikkan dia secara tiba-tiba Belum hilang kekagetanya, aku raih kedua tanganya lalu aku tahan diatas kepalanya, dan tanpa ampun aku langsung mengenjotnya sekuat tenaga, kali ini aku betul-betul buas melihat toketnya yang menjulang karena tanganya aku letakkan diatas kepala, sambil pinggulku terus bergerak turun naik, mulutku terus melahap toketnya, aku jilati, aku hisap sekuat tenaga

Tampaknya tante marie setengah mati menerima seraganku, pinggulnya bergoyang kegelian, tubuhnya menggeliat, tanganya berusaha melepaskan peganganku agar bisa meremas sesuatu untuk meredam nikmatnya, tapi aku aku tak mau tau, aku tetap mengenjotnya sambil menghisap-hisap putingnya, sehingga tante marie hanya bisa teriak-teriak untuk mengekspresikan kenikmatan yang dia rasakan

Dalam beberapa menit, teriaknya semakin liar dan ditandai teriakan keras ******ku kembali dibasahinya dengan air orgasmenya Aku yang juga merasakan hampir sampai tak mengurangi seranganku sedikit juga, tak peduli hentakan tante marie yang semakin kuat untuk melepaskan belengguku Akhirnya saat itu akan tiba, ******ku serasa hendak meledak

“Tante, aku keluarrrrrr… arghhh… ” teriaku sesaat sebelum ******ku meledak Lalu diawali dengan tusukan kuat yang membenamkan ******ku penuh ke vaginanya aku muntahkan spemaku di dasar terdalam vagina tante marie, tak cukup sekali, aku kembali menghentak seiring tembakan kedua di vaginanya, terus ketiga, dan akhirnya berhenti di hentakan kelima

Tangan tante marie terlepas dan seluruh badanku menjadi lemas, hanya satu yang masih berdiri tegak, ******ku masih terasa menegang di vagina tante marie Menyadari hal itu tante marie kembali membalikan tubuhnya, lalu mengenjot pantatnya

Aku yang sudah tak kuat lagi berusaha melepaskannya, tapi seakan ingin balas dendam,tante marie menahan tangaku, dan ia terus menaik turunkan pantatnya Seakan tubuhku dialiri listrik yang keluar dari vagina tante marie, tapi ia tak mau tau, tante marie terus menaik turunkan pantatnya, hingga akhirnya ia orgasme buat yang ketiga kalinya

tante marie tampaknya juga kelelahan sehingga ia langsung merebahkan diri di atas dadaku, lalu setelah bericiuman aku memeluk tante marie dan tidur karena kecapean ******ku yang masih di dalam vagina tante marie perlahan mengecil dan akhirnya terlepas, dan dari vaginanya menetes cairan, aku tak dapat melihanya, hanya merasakan cairan itu di ******ku Melihat tante marie yang membiarkanya, aku pun melanjutkan tidurku

Saat aku terbangun, aku sudah diselimuti, dan tante marie tak tampak, lalu setelah berkeliling, aku menemukan dia sedang memasak telur di dapur, perlahan aku dekati dia, aku peluk dari belakang, lalu tanpa permisi lagi aku buka celananya lalu aku tusuk dari belakang, tante marie melenguh keenakan, ia mematikan kompor lalu berbalik dan menciumku

“Sabar dulu sayang, kita masih banyak waktu, sarapan dulu, biar kuat” ujarnya lembut, aku pun menungguinya masak dengan tetap telanjang sambil tetap mempereteli tubuhnya, toketnya, bahkan menusukan jariku di vaginanya yang sudah tak berpenutup

Kami sarapan bersama, aku hanya mengenakan celan pendek tante marie, sehingga selesai sarapan, tante marie dengan mudah menemukan ******ku dibawah meja lalu mengulumnya Hari itu kami melakukannya 3 kali, sampai hari menunjukkan pukul 2 siang

Kalau aku tak ingat ada janji dengan teman-temanku, aku pasti akan menyetubuhi tante marie lebih banyak.